NRT, Tarakan : Enam unit ambulans disiagakan Pemerintah Kota Tarakan di beberapa titik layanan, baik di Kecamatan Tarakan Utara maupun wilayah kota, untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan kesehatan masyarakat.
Kepala UPTD Tarakan Command Center (TCC) Kota Tarakan, William Hamdi, mengatakan armada tersebut disiapkan untuk memastikan layanan respons cepat dapat diberikan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat medis maupun kebutuhan layanan kesehatan lainnya.
Menurutnya, dari total enam unit ambulans yang dimiliki saat ini, dua unit ditempatkan di Kecamatan Tarakan Utara, terdiri atas satu ambulans pasien dan satu ambulans jenazah yang siaga di Kantor Kecamatan Tarakan Utara.
“Di Tarakan Utara ada dua unit, yaitu satu ambulans pasien dan satu ambulans jenazah yang siaga di kantor kecamatan,” ujar William.
Sementara itu, empat unit ambulans lainnya ditempatkan di wilayah kota yang terdiri atas satu ambulans pasien dan tiga ambulans jenazah. Seluruh armada tersebut dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Tarakan.
“Untuk wilayah kota terdapat empat unit, satu ambulans pasien dan tiga ambulans jenazah yang ditempatkan di halaman Kantor Wali Kota Tarakan,” katanya.
William menjelaskan, penempatan armada di titik-titik strategis tersebut bertujuan untuk mempercepat waktu respons dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan, terutama kasus medis yang membutuhkan tindakan segera.
Ia menuturkan, sistem layanan ambulans tersebut terintegrasi dengan Tarakan Command Center (TCC), sehingga setiap laporan masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti dan diteruskan ke armada yang paling dekat dengan lokasi kejadian.
“Prinsipnya adalah mempercepat respons. Ketika ada laporan kebutuhan ambulans, sistem akan langsung menghubungkan ke armada yang sudah disiagakan,” ujarnya.
Selain itu, layanan ambulans tersebut tidak hanya difokuskan untuk penanganan pasien dalam kondisi darurat, tetapi juga mencakup layanan jenazah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
William menyebut, pembagian jenis armada tersebut dilakukan agar pelayanan dapat berjalan lebih terstruktur dan sesuai dengan fungsi masing-masing unit di lapangan.
Ia juga menilai, distribusi armada di Tarakan Utara dan wilayah kota telah mempertimbangkan kondisi geografis serta sebaran penduduk, mengingat beberapa wilayah memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat layanan kesehatan.
“Penempatan ini juga mempertimbangkan kondisi wilayah. Ada daerah yang jaraknya cukup jauh dari pusat kota, sehingga perlu ada unit siaga di kecamatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, William mengungkapkan Pemerintah Kota Tarakan saat ini tengah mengkaji rencana penambahan armada ambulans untuk meningkatkan kapasitas layanan kegawatdaruratan di masa mendatang.
Menurutnya, wacana tersebut masih dalam tahap evaluasi dan akan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan serta ketersediaan anggaran daerah.
“Kami ada wacana untuk menambah beberapa unit armada lagi jika disetujui, agar pelayanan bisa menjangkau wilayah yang lebih luas,” katanya.
Ia menegaskan, penambahan armada menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sistem layanan kesehatan darurat yang cepat, tepat, dan terjangkau bagi masyarakat.
William berharap, dengan penguatan armada yang ada saat ini serta rencana pengembangan ke depan, layanan kegawatdaruratan di Kota Tarakan dapat semakin optimal dalam merespons setiap kebutuhan masyarakat.
“Harapannya pelayanan semakin baik dan masyarakat bisa mendapatkan penanganan lebih cepat saat menghadapi kondisi darurat,” pungkasnya.



















Discussion about this post