NRT, Jakarta : Pemerintah Kabupaten Tana Tidung semakin serius mendorong terwujudnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tana Tidung. Pemkab memastikan seluruh tahapan dan persyaratan yang ditetapkan Kementerian Agama akan dikawal hingga tuntas.
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menegaskan bahwa rencana pendirian IAIN bukan sekadar pembangunan institusi pendidikan baru, melainkan kebutuhan strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Islam di Kalimantan Utara.
Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti kegiatan Sosialisasi Regulasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Ibrahim mengatakan, hingga saat ini Kaltara belum memiliki perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang dinilai representatif. Kondisi tersebut membuat lulusan Madrasah Aliyah, SMA maupun pondok pesantren yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi keagamaan harus meninggalkan daerah.
“Pendirian IAIN Tana Tidung ini kami pandang sebagai sebuah kebutuhan. Hingga saat ini belum terdapat perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang representatif di Provinsi Kalimantan Utara,” kata Ibrahim.
Menurut Ibrahim, kebutuhan terhadap perguruan tinggi keagamaan Islam semakin mendesak karena Kaltara merupakan wilayah perbatasan yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas.
Keberadaan IAIN Tana Tidung nantinya diharapkan mampu mencetak tenaga pendidik profesional, penyuluh keagamaan, sarjana hukum Islam hingga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi syariah.
“Wilayah perbatasan sangat membutuhkan pasokan tenaga pendidik profesional, penyuluh keagamaan yang kompeten, sarjana hukum Islam, serta ahli pengembang ekonomi syariah demi pembangunan daerah yang seimbang,” ujarnya.
Karena itu, pendirian IAIN Tana Tidung diarahkan untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam negeri yang berkualitas, kredibel sekaligus terjangkau bagi masyarakat Kaltara.
Lebih dari itu, kampus tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki daya saing nasional dan global, namun tetap berakar pada budaya serta kearifan lokal.
“Pendirian IAIN Kabupaten Tana Tidung dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi Islam negeri yang berkualitas, kredibel, dan terjangkau di Kalimantan Utara, menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global namun tetap membumi dengan kearifan lokal,” tuturnya.
Ibrahim menyadari bahwa perjalanan menuju berdirinya sebuah perguruan tinggi negeri bukan proses yang mudah dan membutuhkan waktu panjang. Berbagai persyaratan harus dipenuhi sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Untuk itu, Pemkab Tana Tidung menyiapkan dukungan bersama DPRD, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat.
“Jalan menuju berdirinya sebuah perguruan tinggi negeri bukanlah perkara yang mudah maupun singkat. Diperlukan kesungguhan, kesabaran, serta kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, unsur legislatif, tokoh agama, tokoh adat, hingga seluruh lapisan masyarakat Tana Tidung,” katanya.
Pemkab Tana Tidung juga memastikan siap mengikuti setiap tahapan yang ditetapkan Kementerian Agama, termasuk mempersiapkan kebutuhan yang berkaitan dengan pendirian dan pembangunan IAIN Tana Tidung.
“Komitmen dan keseriusan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, bersama seluruh unsur legislatif, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat, untuk mengawal proses ini hingga tuntas,” tegas Ibrahim.
Rencana pendirian IAIN Tana Tidung turut mendapat dukungan akademik dari UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.
Rektor UINSI Samarinda Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., serta jajaran Kementerian Agama RI turut hadir dalam agenda sosialisasi regulasi penjaminan mutu PTKI di Jakarta.
Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat proses persiapan pendirian perguruan tinggi Islam negeri di Kaltara.
Bagi Ibrahim, kehadiran IAIN Tana Tidung nantinya tidak hanya akan membuka akses pendidikan tinggi Islam bagi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di kawasan perbatasan.
Pendidikan tinggi keagamaan, menurutnya, memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, memiliki kompetensi dan mampu bersaing menghadapi tantangan global.
Ia pun berharap proses pengajuan pendirian IAIN Tana Tidung mendapat arahan serta dukungan dari Kementerian Agama sehingga seluruh tahapan dapat berjalan sesuai aturan.
“Semoga IAIN Kabupaten Tana Tidung kelak benar-benar dapat berdiri, tumbuh, dan berkembang menjadi lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul, membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Tana Tidung, Kalimantan Utara, dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.



















Discussion about this post