NRT, TARAKAN : Sebuah sepeda motor ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diduga dipreteli dan ditinggalkan di samping SMA Don Bosco, Jalan Pulau Sumatra, Kecamatan Tarakan Tengah.
Motor tersebut ternyata milik warga bernama Kartini. Yang mengejutkan, pemilik kendaraan justru baru mengetahui motornya hilang setelah dihubungi polisi.
Kartini saat ini tinggal di Bulungan karena harus meninggalkan rumahnya di Tarakan dalam waktu cukup lama.
Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Reginald mengatakan, kendaraan tersebut ditemukan anggota Satreskrim saat melakukan patroli dan mendapat informasi mengenai sebuah sepeda motor yang ditinggalkan dalam kondisi sudah dibongkar.
“Jadi tadi kami telah melaksanakan kegiatan penyerahan barang temuan, yang mana barang temuan tersebut kami temukan di samping SMA Don Bosco yang beralamat di Jalan Pulau Sumatra, Kecamatan Tarakan Tengah,” ujar Reginald.

Saat ditemukan, kondisi sepeda motor sudah tidak utuh. Sejumlah bagian kendaraan telah hilang, mulai dari bodi, pelat nomor hingga bagian lampu depan.
“Untuk kronologinya, jadi kemarin anggota dari Satreskrim melakukan patroli dan mendapati informasi bahwa ada satu buah motor yang telah ditinggalkan oleh pemiliknya, dan keadaannya motor tersebut sudah dalam kondisi dipreteli, dibongkar,” jelasnya.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rangka dan fisik kendaraan untuk melacak identitas pemilik.
Dari pemeriksaan tersebut, polisi akhirnya berhasil menemukan pemilik kendaraan yang diketahui berdomisili di Bulungan.
Polisi memperkirakan kerugian materi akibat hilangnya sejumlah komponen kendaraan mencapai sekitar Rp1,5 juta.
“Estimasi kurang lebih Rp1,5 jutaan kerugian materinya itu dari pemilik kendaraan,” kata Reginald.
Sebelum diserahkan kepada pemilik, Satreskrim Polres Tarakan juga membantu memperbaiki kendaraan agar dapat kembali digunakan.
“Iya, itu kita bantu perbaiki,” ujar Reginald.
Setelah proses tersebut, sepeda motor secara resmi dikembalikan kepada Kartini tanpa dikenakan biaya.
“Iya, sudah kita serahkan ke pemiliknya,” katanya. Ya, gratis,” sambung Reginald.
Polisi telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya sepeda motor. Namun, hingga kini belum ditemukan rekaman CCTV yang mengarah langsung ke titik kendaraan tersebut ditinggalkan.
“Dari hasil kemarin kita turun ke TKP sudah kita sisir, belum ada CCTV yang mengarah ke tempat motor itu ditemukan,” jelas Reginald.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang mengambil dan membongkar kendaraan tersebut.
“Pelakunya belum, masih kita kejar. Nanti kita infokan kalau sudah,” tegasnya.
Reginald menduga sepeda motor tersebut sengaja ditinggalkan setelah sejumlah komponennya diambil.
“Motornya cuma ditinggalkan, dipreteli barang-barangnya lalu ditinggalkan,” ujarnya.
Kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat yang meninggalkan rumah dalam waktu lama agar tidak mengabaikan aspek keamanan.
Reginald mengimbau warga Tarakan yang hendak bepergian dalam waktu lama memastikan seluruh akses rumah terkunci dengan baik.
“Satreskrim mengimbau untuk meninggalkan rumah itu dalam keadaan semuanya terkunci, baik itu pintu depan, pagar depan, dan sebisa mungkin kendaraan itu kalau memungkinkan disimpan di dalam rumah,” katanya.
Khusus kendaraan, polisi menyarankan agar motor yang ditinggalkan dalam waktu lama ditempatkan di lokasi yang lebih aman dan menggunakan pengamanan tambahan.
“Kalau ditinggalkan dalam keadaan lama, motor itu kalau bisa masukkan di dalam rumah dan dikunci ganda,” ujar Reginald.
Warga juga diminta tidak ragu berkoordinasi dengan lingkungan sekitar maupun petugas keamanan ketika harus meninggalkan rumah dalam waktu lama.
“Bukan cuma RT, Bhabinkamtibmas juga bisa kita laporkan, titip rumah kita itu,” katanya.
Sementara itu pemilik motor, Kartini mengaku tidak mengetahui kapan tepatnya sepeda motor tersebut hilang.
Pasalnya, rumahnya di Jalan Pamusian, tepat di depan Lapangan Ganggawati dan berada di sekitar kawasan SMA Don Bosco, telah lama ditinggalkan dalam keadaan kosong.
“Kalau secara kronologis, kan saya enggak tahu kapan hilangnya, karena rumahnya rumah kosong. Tiba-tiba ditelepon pihak kepolisian, katanya ketemu motor dan sebagainya,” kata Kartini.
Ia menyebut rumah tersebut telah ditinggalkan sekitar tiga bulan karena dirinya bersama orang tua memilih tinggal di Bulungan untuk bekerja dan menjaga orang tuanya.
“Rumahnya terakhir kalau enggak salah sekitar tiga bulanan lah ditinggal. Di Bulungan, karena kerja. Orang tua juga sudah sendirian, enggak bisa lagi jaga rumah,” ujarnya.
Kartini mengatakan, sebelum sepeda motornya ditemukan hilang, sejumlah barang lain di rumah tersebut juga telah raib.
“Selain motor, sebelum kejadian itu hilang TV, barang-barang di rumah sudah dicuri sebenarnya. Cuma karena kita enggak permasalahkan, ya sudahlah,” ungkapnya.
Namun, kabar mengenai sepeda motor yang ditemukan polisi membuatnya langsung datang untuk memastikan kendaraan tersebut.
Kartini memastikan sepeda motor tersebut sebelumnya berada di dalam rumah.
Kondisi kendaraan ketika ditemukan sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Beberapa bagian, termasuk spion dan sejumlah komponen lainnya, sudah tidak ada.
“Iya, ada spion. Kondisinya, ban-nya kalau enggak salah hitam. Cuma ini kan sudah berganti semua. Karena sudah terbongkar, ketemunya terbongkar, jadi kemungkinan memang ada diganti-ganti,” katanya.
Motor tersebut diketahui terdaftar atas nama orang tua Kartini. Bagi Kartini, pengembalian motor tersebut menjadi kelegaan tersendiri setelah mengetahui kendaraan milik keluarganya ternyata ditemukan dalam kondisi sudah dibongkar.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Tarakan, khususnya Satreskrim, yang telah membantu menemukan dan mengembalikan kendaraan tersebut.
“Terima kasih untuk Polres Tarakan, khususnya Satreskrim Tarakan yang sudah bersedia mencari motor saya yang hilang. Kebetulan ini sudah ketemu hari ini dan hari ini juga penyerahan langsung motor tersebut,” pungkas Kartini.



















Discussion about this post