NRT, Tanjung Selor : Akses internet publik di Kabupaten Bulungan terus diperluas. Melalui program WiFi Bulungan Hebat 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kini telah menyediakan fasilitas internet gratis di 30 titik, mulai dari kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, kantor desa hingga ruang publik.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bulungan memperluas pemerataan konektivitas digital, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi dan berbagai layanan berbasis internet.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, keberadaan WiFi publik di berbagai lokasi diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang mudah dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas.
“Akses internet ini dihadirkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang mudah dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (8/10).
Menurutnya, konektivitas internet kini tidak hanya dibutuhkan untuk komunikasi. Internet juga menjadi bagian penting dalam pelayanan publik, pendidikan, kesehatan hingga akses informasi.
“Internet dapat dimanfaatkan untuk pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, komunikasi dan informasi,” ujarnya.
Menjangkau Pusat Pemerintahan
Sejumlah titik WiFi Bulungan Hebat ditempatkan di kawasan yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Di antaranya Kantor Bupati Bulungan, Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) Bulungan, Kantor Camat Tanjung Selor dan Tanjung Palas, Rumah Jabatan Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda), serta Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bulungan.
“Kita terus memperluas titik layanan internet di kawasan yang menjadi pusat aktivitas dan pelayanan masyarakat,” ungkap Syarwani.
Tak hanya kantor pemerintahan, Pemkab Bulungan juga memperhatikan kebutuhan konektivitas di sektor kesehatan.
WiFi publik telah tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, Puskesmas Tanjung Selor dan Puskesmas Tanjung Palas.
“Konektivitas di fasilitas kesehatan juga penting untuk mendukung pelayanan sekaligus memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat,” jelasnya.
Masuk Desa dan Sekolah
Perluasan konektivitas juga menyentuh wilayah perdesaan dan sektor pendidikan. Beberapa desa yang telah mendapatkan akses WiFi Bulungan Hebat antara lain Desa Panca Agung, Pimping, Pejalin, Salimbatu, Tanah Kuning, Kelubir dan Bumi Rahayu.
Sementara di sektor pendidikan, fasilitas WiFi juga tersedia di SD Negeri 012 Desa Pejalin.
“Pemerataan akses ini harus terus kita dorong agar masyarakat di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi digital,” kata Syarwani.
Menariknya, akses WiFi gratis tersebut juga tidak hanya dipusatkan di lingkungan pemerintahan. Pemkab Bulungan menghadirkannya di sejumlah ruang publik yang menjadi tempat masyarakat beraktivitas.
Di antaranya taman budaya, taman masyarakat, Lapangan Futsal dan Bola Voli Tanjung Palas Hilir, Pelabuhan Kayan V hingga Pasar Agropolitan.
“Kita ingin fasilitas internet tidak hanya tersedia di kantor pemerintahan, tetapi juga hadir di ruang publik yang banyak digunakan masyarakat,” tutur Syarwani.
Dengan tersedianya akses internet di ruang-ruang publik tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memperoleh informasi, berkomunikasi maupun memanfaatkan berbagai layanan digital saat berada di lokasi.
Syarwani menegaskan, perluasan WiFi publik merupakan bagian dari upaya Pemkab Bulungan mendorong transformasi digital sekaligus memperluas pemerataan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, semakin luas konektivitas yang tersedia, semakin besar pula kesempatan masyarakat memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Melalui WiFi Bulungan Hebat, kita terus mendorong pemerataan konektivitas digital agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dan memanfaatkan layanan berbasis internet,” tegasnya.
Pemkab Bulungan juga akan terus mengevaluasi kebutuhan konektivitas di berbagai wilayah. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan internet publik agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
“Kita ingin konektivitas makin luas sehingga pelayanan dan aktivitas masyarakat juga semakin mudah,” pungkasnya. (*)





















Discussion about this post