NRT, Tarakan : Kepulan asap dan kobaran api sempat mengancam kawasan Jalan Aki Balak RT 03, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara, Selasa (25/8/2026) sore.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga bermula dari aktivitas pembersihan lahan itu menghanguskan area sekitar 3.256 meter persegi. Berkat respons cepat petugas gabungan, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan lain.
Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, **Letkol Inf. Danan Wisnubrata**, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.20 WITA. Tidak lama berselang, personel dan armada dari berbagai instansi langsung bergerak menuju lokasi.
“Kita menyelesaikan misi kemanusiaan. Alhamdulillah, penanganannya berjalan aman dan cepat. Kami menerima laporan sekitar pukul 16.20 WITA dan tidak lama kemudian personel langsung bergerak ke lokasi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga bermula ketika seseorang melakukan pembersihan lahan dengan membakar ranting pohon dan daun kering.
Api yang semula masih dalam pengawasan kemudian membesar dan merembet ke bagian lahan di sekitarnya. Upaya pemadaman awal dilakukan, namun kobaran api sulit dikendalikan sehingga bantuan petugas pemadam segera dikerahkan.
Damkar Tarakan tiba sekitar pukul 16.30 WITA, disusul BPBD Tarakan dua menit kemudian.
Dukungan armada pengangkut air pun berdatangan. Dua unit water tank PDAM Tarakan tiba sekitar pukul 16.35 WITA, kemudian disusul water tank Kodim 0907/Tarakan sekitar pukul 16.37 WITA dan water tank Yonif Raider 613/Raja Alam sekitar pukul 16.39 WITA.
Personel Korlakar juga tiba di lokasi pada waktu yang sama untuk memperkuat upaya pemadaman.
Sekitar pukul 17.10 WITA, sebagian besar kobaran berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.
“Kekuatan kita hari ini cukup lengkap. Ada Damkar, BPBD, Kodim, Yonif, PDAM, Korlakar, kepolisian dan unsur lainnya. Semua bergerak bersama sehingga api bisa segera dikendalikan,” kata Danan.
Dalam penanganan di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Barang tersebut berupa satu botol Pertalite, satu unit senso, dan satu jeriken oli.
Sementara itu, Unit Reskrim dan Unit Pulbaket Polsek Tarakan Utara masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu kelalaian dalam aktivitas pembersihan lahan yang dilakukan dengan cara membakar ranting dan daun kering.
Dandim 0907/Tarakan mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan api saat membersihkan lahan, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan lahan yang kering.
Menurutnya, api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan apabila tidak diawasi secara ketat.
“Kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah merambat. Karena itu masyarakat harus lebih waspada. Jangan sampai kegiatan membersihkan lahan justru menimbulkan kebakaran yang dampaknya lebih luas,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Kecepatan laporan dinilai sangat menentukan keberhasilan penanganan kebakaran.
“Kalau masyarakat melihat ada titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada petugas. Jangan menunggu api membesar, karena semakin cepat informasi diterima, semakin cepat juga penanganan bisa dilakukan,” ujarnya.
Pemadaman melibatkan personel Kodim 0907/Tarakan, Yonif Raider 613/Raja Alam, BPBD Tarakan, Damkar Tarakan, Polsek Tarakan Utara, Satpol PP, Korlakar, PDAM Tarakan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur Pemerintah Kelurahan Juata Kerikil.
Danan kembali mengingatkan warga untuk memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai karena kelalaian kecil, api kemudian membesar dan membahayakan lahan maupun permukiman di sekitar. Kalau ada kegiatan yang berpotensi menimbulkan api, pastikan pengawasannya dan jangan meninggalkan lokasi sebelum benar-benar aman,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kondisi lahan yang kering, api kecil dapat berubah menjadi ancaman besar dalam waktu singkat.
*(*)*



















Discussion about this post