Kamis, 6 Agustus 2026
  • Kontak
  • Redaksi & Manajemen
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
NARATALK ID
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
NARATALK ID
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
Home Nasional

Integrasikan Pertanian dan Agrowisata, Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi di Bulutana Sulsel

by Admin
6 Agustus 2026
in Nasional
A A
0
Integrasikan Pertanian dan Agrowisata, Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi di Bulutana Sulsel

default

NRT, Gowa : PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) resmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) Bulutana, sebagai destinasi edu agrowisata di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2026).

Peresmian Kampung Sawah Abadi bagian dari program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI), yang menjadi wadah kontribusi perusahaan dalam menghadirkan pembangunan sektor pertanian berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan dihadiri manajemen Pupuk Kaltim, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta masyarakat petani setempat.

Inisiatif ini bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim yang hadir sejak 2023, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi antara sektor pertanian dan pariwisata.

AVP Pembangunan Sosial dan Lingkungan Departemen TJSL Pupuk Kaltim, Uchin Mahazaki, mengatakan program TJSL perusahaan tidak hanya menyasar kawasan sekitar area produksi, tapi juga menjangkau wilayah distribusi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap konsumen dan keberlanjutan lahan pertanian produktif.

“Kami bertanggung jawab bukan hanya terhadap produksi, tapi juga wilayah distribusi kami. Sulawesi Selatan adalah salah satu pasar Pupuk Kaltim di Indonesia Timur, sehingga menjaga kesuburan lahan di sini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujar Uchin.

Uchin menjelaskan, sesuai roadmap PKT Berseri, program pendampingan di Bulutana berjalan pada rentang 2023 hingga 2027. Mengawali langkah pada 2023, Pupuk Kaltim menginisiasi proyek percontohan dekomposer dan selanjutnya fokus mengarah pengembangan pertanian berkelanjutan di tahun 2024.

Pengembangan mencakup serangkaian pelatihan teknik budidaya, pengendalian hama, pemupukan berimbang, serta pembuatan pupuk organik. Termasuk pembangunan eco-trail sepanjang 230 meter, untuk memudahkan petani mengangkut hasil panen dari lahan berkontur dataran tinggi.

“Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan sasaran yang terukur. Seluruhnya akan terintegrasi sebagai kesatuan program utuh, dengan berbagai peluang usaha yang bisa dikelola masyarakat sebagai nilai tambah,” terang Uchin.

Langkah ini kemudian diperkuat pada 2025, dengan peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan pengelolaan pasca panen, serta penyediaan alat dan mesin produksi kompos bagi kelompok masyarakat.

Memasuki 2026, Pupuk Kaltim memfokuskan pengembangan pada infrastruktur dan branding kawasan, mencakup konservasi sawah berkelanjutan, penyediaan sarana wisata hijau Bulutana, penguatan kelembagaan kelompok, hingga penyelenggaraan promosi dan event pariwisata Kampung Sawah Abadi.

Puncaknya pada 2027, strategi keberlanjutan ini ditargetkan menjadi destinasi unggulan melalui standardisasi kawasan Kampung Sawah Abadi, sertifikasi Desa Wisata Hijau Bulutana, serta pembentukan skema insentif konservasi sawah.

“Dari tahapan yang terstruktur, PKT Berseri diproyeksikan tumbuh sebagai pusat pembelajaran agroeduwisata yang berdaya saing, serta memberi dampak positif jangka panjang bagi lingkungan maupun ekonomi lokal,” tambah Uchin.

Dampak program ini pun dirasakan langsung petani setempat. Ketua Pengelola KSA Syafruddin, mengaku program PKT Berseri memberi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat. Salah satunya kehadiran eco-trail, mengubah secara signifikan proses pasca panen yang sebelumnya menjadi kendala utama di kawasan dataran tinggi.

“Setelah ada jembatan, jika panen hari ini, malamnya bisa langsung sampai di rumah. Itu yang membuat kita bisa langsung laksanakan tiga kali panen dalam satu tahun,” ucap Syafruddin.

Sebelum intervensi program, hasil panen rata-rata hanya 4 ton per hektar (Ha) dengan indeks pertanaman dua kali setahun. Kini produktivitas meningkat menjadi 6–7 ton/Ha, dan frekuensi panen berhasil ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun melalui kolaborasi petani dan kelompok Pemuda Bulutana.

Kolaborasi ini juga melahirkan ekosistem wisata yang terintegrasi. Pemuda Bulutana turut mengelola kunjungan wisatawan, di mana sebagian pendapatannya diintervensi kembali untuk pembiayaan benih, pupuk, hingga pembayaran pajak lahan petani.

Selain itu, juga dikembangkan Sistem digital Sipadi yang memungkinkan wisatawan berpartisipasi dalam penanaman padi secara langsung, dan memantau perkembangan tanaman melalui aplikasi.

“Pendapatan para pemuda di eco-trail, ada yang diintervensi masuk ke bibit, pupuk, bahkan sampai ke pembayaran pajaknya. Supaya sama-sama merasakan manfaatnya,” ungkap Syafruddin.

Mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, mengapresiasi model pengembangan KSA Bulutana yang memadukan agrowisata, wisata alam, dan budaya lokal. Menurutnya, model ini menjadi jawaban atas kebutuhan regenerasi petani, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk kembali ke desa.

“Anak-anak muda yang sudah selesai sekolah di kota tidak perlu malu kembali ke desa, dan mengembangkan sektor pertanian. Program seperti ini perlu dikembangkan di daerah lain di Sulawesi Selatan,” kata Andi Mirna.(*)

Tags: Pupuk Kaltim
ShareSendShareTweetSend
Previous Post

DWP Kaltara Ajak Perkuat Peran Keluarga dan Sekolah Cegah Bullying 

Related Posts

Temu Tani Agrosolution, Pupuk Kaltim Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kupang
Kalimantan Timur

Temu Tani Agrosolution, Pupuk Kaltim Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kupang

28 Maret 2026

Discussion about this post

NARATALK ID

Media online Kalimantan Utara, semakin dekat dan terpercaya

Ikuti Kami

Kanal Berita

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bulungan
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • IKN
  • Internasional
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Samarinda
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diduga Terlibat Peredaran Sabu 74 Kg, Seorang Konten Kreator Tarakan Ditangkap

Diduga Terlibat Peredaran Sabu 74 Kg, Seorang Konten Kreator Tarakan Ditangkap

29 Oktober 2024
Penyelundupan Kosmetik Ilegal Senilai Ratusan Juta Milik Haji Hasyim Digagalkan Satrol Lantamal XIII

Penyelundupan Kosmetik Ilegal Senilai Ratusan Juta Milik Haji Hasyim Digagalkan Satrol Lantamal XIII

14 September 2024
Dugaan Cemarkan Nama Baik LDII, Pemilik Akun Tiktok Info Kaltara Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Cemarkan Nama Baik LDII, Pemilik Akun Tiktok Info Kaltara Dilaporkan ke Polisi

28 Mei 2026
Kompak! Tokoh Masyarakat Jawa di Tarakan Dukung Zainal Paliwang Lanjut Dua Periode

Kompak! Tokoh Masyarakat Jawa di Tarakan Dukung Zainal Paliwang Lanjut Dua Periode

2 Oktober 2024
Imbas melakukan Aksi Curanmor, Seorang Mahasiswa Meringkuk Dijeruji Besi 

Imbas melakukan Aksi Curanmor, Seorang Mahasiswa Meringkuk Dijeruji Besi 

0
Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan menyambangi kantor PLN Tarakan (Foto : Humas Tarakan)

Tinjau PLN Tarakan, Pastikan Tak Ada Pemadaman Selama Ramadhan

0
Krisis Air Meresahkan Pengusaha Laundry di Nunukan

Krisis Air Meresahkan Pengusaha Laundry di Nunukan

0
Beredar Poster, Datu Iman Niat Maju di Pilbup Bulungan

Beredar Poster, Datu Iman Niat Maju di Pilbup Bulungan

0
Integrasikan Pertanian dan Agrowisata, Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi di Bulutana Sulsel

Integrasikan Pertanian dan Agrowisata, Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi di Bulutana Sulsel

6 Agustus 2026
DWP Kaltara Ajak Perkuat Peran Keluarga dan Sekolah Cegah Bullying 

DWP Kaltara Ajak Perkuat Peran Keluarga dan Sekolah Cegah Bullying 

6 Agustus 2026
Deddy Sitorus: Ekonomi Kaltara Tak Cukup Dibangun dari Hilir, Kebijakan Daerah Diminta Fokus pada Infrastruktur dan Sektor Produktif

Deddy Sitorus: Ekonomi Kaltara Tak Cukup Dibangun dari Hilir, Kebijakan Daerah Diminta Fokus pada Infrastruktur dan Sektor Produktif

6 Agustus 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gelar Simulasi OKD Level 1 di Fuel Terminal Tarakan

6 Agustus 2026
  • Kontak
  • Redaksi & Manajemen
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2024 naratalk.id. All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini

© 2024 naratalk.id. All Right Reserverd