NRT, Tana Tidung : Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan keagamaan sejak usia emas. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah menggelar kegiatan Pendampingan Implementasi Program Pendidikan Al-Qur’an Metode Ummi bagi Satuan PAUD Piloting se-Kabupaten Tana Tidung, dimulai pada Selasa, 02/06/2026.
Program ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Tana Tidung agar Metode Ummi diterapkan secara terstruktur mulai dari jenjang anak usia dini. Sebagai langkah awal, sebanyak 8 satuan PAUD telah ditunjuk sebagai proyek percontohan (piloting) sejak tahun 2025 lalu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Tidung melalui Sekretaris menyampaikan bahwa penerapan metode ini memiliki 7 tahapan utama yang wajib dilalui secara disiplin.
“Pada tahun 2025, kita sudah menyelesaikan 3 tahapan awal, yaitu Tashih (pemetaan kompetensi guru), Tahsin (standarisasi kompetensi guru), dan Sertifikasi Guru Al-Qur’an untuk pembekalan dasar metodologi serta manajemen kelas. Saat ini, kita masuk ke tahap keempat yaitu Coaching atau Pendampingan Implementasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah pendampingan ini, tahapan akan berlanjut ke proses Supervisi (penjagaan mutu), Munaqasyah (ujian akhir), hingga diakhiri dengan Khotmul Qur’an & Imtihan atau uji publik. Meskipun daerah sedang menghadapi tantangan efisiensi anggaran, pihaknya berharap program ini tetap berjalan lancar di tahun 2027.
“Target kami, pada tahun 2027 nanti, seluruh satuan PAUD di Kabupaten Tana Tidung sudah mengimplementasikan Metode Ummi ini sepenuhnya,” tegasnya.
Secara terpisah, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Ibu Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd., mengapresiasi atas dimulainya tahap pendampingan ini. Ia menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini, terutama sebagai benteng moral anak-anak di tengah pesatnya era digital.
“Atas nama Bunda PAUD, saya sangat mendukung penuh konsistensi ini. Mempelajari Al-Qur’an sejak dini sangat penting untuk menanamkan pondasi keimanan, membentuk karakter mulia, dan menjadi benteng moral yang kuat bagi anak dalam menghadapi tantangan pergaulan di era digital,” ungkap Ibu Vamelia melalui pesan tertulisnya.
Lebih lanjut, Ibu Vamelia menyampaikan harapannya agar para guru di 8 satuan PAUD piloting ini dapat mengikuti proses coaching dengan penuh kesungguhan. Menurut beliau, keberhasilan program ini sangat bergantung pada profesionalisme guru dalam menjalankan sistem manajemen mutu Ummi. Beliau optimis bahwa fondasi spiritual yang kokoh ini akan melahirkan generasi emas Tana Tidung yang berakhlak mulia dan berjiwa Qur’ani. (*)




















Discussion about this post