NRT, Tarakan : Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, membeberkan progres signifikan terkait pembangunan fisik gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di wilayah Kota Tarakan, Senin (29/6/2026).
Saat ini, pihak Kodim tengah menggenjot pengerjaan di tujuh titik lokasi yang tersebar di beberapa kelurahan. Dari tujuh titik yang direncanakan, Letkol Inf Danan mengungkapkan bahwa dua titik di antaranya telah rampung 100 persen secara fisik.
“Alhamdulillah ada dua titik yang sudah selesai yaitu di Juata Permai dan di Kampung Empat. Ini sedang kita berkoordinasi dengan Agrinas agar segera dioperasionalkan. Kalau dari segi bangunan 100% fisik sudah jadi,” ujar Letkol Inf Danan Wisnubrata saat memberikan keterangan kepada media.
Sementara untuk lima titik lainnya, progres pembangunan bervariasi. Tiga titik telah mencapai angka 60 hingga 62 persen dan memasuki tahap pemasangan atap spandek. Sedangkan dua titik sisanya yang berlokasi di Gang Lili, Kelurahan Karang Anyar dan Pantai Amal saat ini berada di kisaran 29 hingga 33 persen.

Dalam prosesnya, Letkol Inf Danan tidak menampik adanya tantangan teknis di lapangan, terutama terkait pemenuhan syarat luas lahan hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Pihak Kodim membutuhkan lahan berukuran 30 x 20 meter persegi di setiap kelurahan.
Berbeda dengan sistem di Pulau Jawa yang rata-rata desanya memiliki aset tanah sendiri, di Tarakan pengelolaan lahan harus bersinggungan langsung dengan aset Pemkot yang ketersediaannya terbatas di tiap kelurahan.
“Tahun ini kita tujuh karena kami masih menunggu ada beberapa lahan yang sudah siap tetapi lebarnya atau luasnya tidak memenuhi persyaratan. Makanya sedang kita komunikasikan untuk mencari titik lain yang lahannya memenuhi syarat. Makanya ini masih ada 13 kelurahan yang belum dapat,” jelasnya. Area Tarakan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan tantangan pencarian lahan yang cukup berat.
Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara PT Agrinas Nusantara dengan Mabes TNI, di mana Kodim bertindak langsung sebagai pelaksana di lapangan sesuai dengan perintah Komando Atas.
Dandim mengonfirmasi bahwa anggaran fisik untuk tiap gerai ini senilai sekitat Rp1,560,800,000,-. Nilai ini jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan indeks normal bangunan umum dengan luas serupa (600 meter persegi) yang idealnya mencapai Rp3,8 Miliar.
“Tapi kalau TNI, ‘kamu 1,5 mampu enggak?’ Siap! ‘Kamu bisa enggak?’ Siap, bisa! Gitu, tergantung kita. Kita pun sebenarnya juga enggak nyampai segitu, tapi disampai-sampaiin, bisa sampai,” kelakar Letkol Inf Danan sembari menegaskan bahwa meski anggarannya ketat, kualitas pengerjaan tetap dipantau ketat oleh Babinsa agar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Detail Engineering Design (DED), termasuk spesifikasi besi WF dan ketebalan lantai.
Gerai Koperasi Merah Putih dirancang dengan model bangunan yang seragam di seluruh Indonesia. Gerai ini tidak hanya berfungsi sebagai minimarket biasa, melainkan sebuah kompleks pelayanan desa terpadu yang memuat sejumlah fasilitas diantaranya; Gerai Utama (Mini Market) untuk kebutuhan pokok, Apotek Desa di belakang area kasir, Klinik Desa yang dilengkapi ruang tunggu serta ruang observasi/diagnosa dokter, Kios Pupuk dan Pestisida di bagian samping guna memisahkan bahan kimia, serta Gudang di bagian belakang.
Untuk operasionalnya, saat ini pihak Kodim dan Agrinas tengah menyiapkan pemasangan daya listrik sebesar 16.000 Ampere, jaringan air bersih, Wi-Fi, hingga pemenuhan etalase dan armada truk operasional. Di sisi SDM, para calon manajer koperasi saat ini juga sedang menempuh pendidikan di SPPI.
Kehadiran Kopdes Merah Putih ini diharapkan menjadi angin segar bagi sektor pertanian lokal di Kota Tarakan. Koperasi ini nantinya diproyeksikan menjadi wadah utama dalam menyerap dan memasarkan hasil panen masyarakat setempat.
“Nah, itu yang sangat ditunggu oleh masyarakat. Jadi hasil bumi atau hasil dari pertanian dari masyarakat bisa kita berkomunikasi nanti dengan pengurus koperasi atau dari manajer koperasi untuk menjual atau menerima hasil panen dari masyarakat yang di kelurahan tersebut,” pungkas Letkol Inf Danan. (*)



















Discussion about this post