NRT, Tarakan : Sosialisasi layanan Call Center 112 yang digelar di Kecamatan Tarakan Utara pada 24 Juni dan Tarakan Tengah pada 25 Juni 2026 lalu, mengungkap masih banyak warga yang belum mengetahui keberadaan layanan darurat tersebut.
Kepala UPTD Tarakan Command Center (TCC) Kota Tarakan, William Hamdi, mengatakan kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan darurat yang disediakan Pemerintah Kota Tarakan.
Menurutnya, dari dua kegiatan tersebut masih ditemukan peserta yang baru mengetahui Pemkot Tarakan memiliki layanan Call Center 112 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
“Selama sosialisasi di Tarakan Utara dan Tarakan Tengah, ternyata masih ada masyarakat yang belum mengetahui bahwa Pemkot Tarakan memiliki layanan Call Center 112. Setelah mendapat penjelasan, mereka sangat mengapresiasi karena baru mengetahui adanya layanan darurat ini,” ujarnya.
William menjelaskan, Call Center 112 merupakan layanan terpadu yang menerima laporan masyarakat terkait berbagai kondisi darurat. Setiap laporan yang masuk akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) atau instansi yang berwenang untuk dilakukan penanganan.
Ia menyebut, layanan tersebut dapat digunakan untuk berbagai situasi, mulai dari kebutuhan ambulans, kebakaran, hingga kejadian lain seperti kemunculan hewan liar di permukiman dan sarang tawon.
“Kalau masyarakat membutuhkan ambulans, kami langsung meneruskan laporan tersebut. Begitu juga jika terjadi kebakaran, ada hewan liar masuk ke rumah, ditemukan sarang tawon, atau kondisi darurat lainnya, semuanya akan kami teruskan ke perangkat daerah yang berwenang,” katanya.
William menegaskan, sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami fungsi layanan tersebut sehingga dapat segera menghubungi 112 saat menghadapi keadaan darurat.
Ia juga mengingatkan agar layanan Call Center 112 tidak disalahgunakan karena diperuntukkan khusus bagi kondisi darurat.
“Layanan ini gratis selama 24 jam, tetapi hanya digunakan untuk kondisi darurat. Jadi gunakan secara bijak dan jangan digunakan untuk main-main atau panggilan palsu,” tegasnya.
William berharap melalui sosialisasi tersebut, masyarakat semakin mengenal dan memahami fungsi Call Center 112 sehingga penanganan kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
“Setelah ada sosialisasi ini, masyarakat akhirnya mengetahui layanan tersebut. Jadi kalau ada kondisi darurat yang dibutuhkan, mereka bisa langsung menghubungi layanan 112,” pungkasnya.




















Discussion about this post