NRT, Tarakan : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara dan berbagai pemangku kepentingan menyelenggarakan Kaltara Sharia Festival (KaShafa) 2026 sebagai bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi lintas lembaga dalam mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Utara.
Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud Is, menyebut KaShafa merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Kalimantan Utara sebagai provinsi yang relatif muda memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi nasional, khususnya di kawasan perbatasan.
“Kita komitmen dalam mendorong penguatan ekonomi syariah melalui pengembangan industri halal, peningkatan literasi keuangan syariah, serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, antara lain Kementerian Agama, BPJPH, serta Bank Indonesia melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS),” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menyampaikan bahwa ekonomi syariah memiliki peran strategis sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru (new source of growth).
“Hal ini sejalan dengan capaian Indonesia yang menempati peringkat ke 3 global dalam pengembangan ekonomi syariah berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025,” terangnya.
Di tingkat daerah Dijelaskannya, perkembangan ekosistem ekonomi syariah juga menunjukkan tren positif.
“ini tercermin dari peningkatan jumlah UMKM tersertifikasi halal sebesar 64 96 (yoy), serta pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sebesar 12,9396 (yoy) pada tahun 2025. Capaian tersebut mengindikasikan semakin kuatnya fondasi ekonomi syariah di Kalimantan Utara, baik dari sisi pelaku usaha maupun akses pembiayaan,” jelas Hasiando.
Mengusung tema “Penguatan Halal Value Chain untuk Mendukung Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara”, KaShafa 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yakni Bazar UMKM halal, Seminar ekonomi, investasi, dan pembiayaan syariah, Talkshow literasi keuangan syariah, Pelatihan Sistem Jaminan Halal, Penghimpunan wakaf produktif, serta berbagai kompetisi kreatif berbasis syariah.
Hasiando menuturkam, rangkaian kegiatan telah diawali melalui program Road to KaShafa pada 1 15 Maret 2026, yang melibatkan 42 UMKM unggulan, dan mencapai puncaknya pada 24-26 April 2026 di Islamic Center Tarakan dengan partisipasi 54 UMKM, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan program pasar murah sebagai kolaborasi Bank Indonesia, Bulog, dan TPID guna menjaga keterjangkauan harga bahan pokok serta stabilitas inflasi di daerah. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, akan diselenggarakan Tabligh Akbar oleh Penceramah Nasional, Ustad Das’ad Latif, yang diharapkan tidak hanya memperkuat nilai nilai keislaman, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat, sehingga mampu mendorong perilaku ekonomi yang lebih bijak dan sesuat prinsip syariah,” urainya.
Melalui penyelenggaraan KaShaFa 2026, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus memperluas akses pasar UMKM halal hingga ke tingkat nasional dan internasional.
“KaShaFa 2026 juga ditargetkan mampu mendorong nilai transaksi ekonomi syariah mencapai Rp3 miliar, meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp2,60 miliar, sebagai wujud nyata kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, seluruh pihak diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi guna menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di Kalimantan Utara,” pungkas Kepala KpwBI Kaltara. (*)



















Discussion about this post