NRT, Tarakan : Harapan memiliki rumah yang layak huni mulai diwujudkan bagi Christina Bueharin. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026, Kodim 0907/Tarakan memulai pembongkaran total rumah tidak layak huni (RTLH) miliknya, Kamis (15/10/2026).
Sebelum proses pembongkaran dilakukan, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-130 turun langsung ke lokasi sasaran untuk memberikan pengarahan teknis kepada Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) dan para Komandan Satuan Setingkat Kompi (SKK).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, mulai dari kesiapan material bangunan, pembagian personel, pelibatan masyarakat, hingga penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Dansatgas menegaskan, keselamatan personel dan warga menjadi prioritas utama, mengingat rumah lama akan dirobohkan secara menyeluruh sebelum dibangun kembali.
“Hari ini kita mulai proses pembongkaran. Saya tekankan kepada Pasiter dan para Komandan SKK untuk mengutamakan faktor keselamatan kerja karena rumah lama ini akan kita robohkan total. Pastikan material sudah siap, libatkan warga, dan selalu dampingi anggota di lapangan,” tegasnya.
Rumah Baru Lebih Layak dan Aman
Tak sekadar mengganti bangunan lama, program bedah rumah ini dirancang untuk menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi Christina Bueharin.
Rumah baru tersebut direncanakan berukuran 4 meter x 6 meter dengan tinggi 3 meter. Struktur bangunan akan menggunakan konstruksi pondasi dengan sloof utuh, sementara bagian dinding memanfaatkan material Glassfiber Reinforced Concrete (GRC).
Hunian ini juga akan dilengkapi dua akses pintu, jendela kaca untuk mendukung pencahayaan alami, satu kamar tidur, serta ruang tamu.
Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan rumah, pengerjaan turut mencakup pembangunan siring penahan tanah serta akses tangga yang aman di halaman depan.
Seluruh pekerjaan fisik ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 10 hari. Karena itu, Dansatgas meminta para komandan di lapangan melakukan pengawasan secara melekat sekaligus memastikan ketersediaan material dan tenaga kerja tetap mendukung kelancaran pembangunan.
Diawali Doa Bersama
Sebelum pembongkaran dimulai, personel Satgas TMMD bersama warga sekitar terlebih dahulu menggelar doa bersama. Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar untuk memohon kelancaran, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Dansatgas berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai target tanpa kendala maupun kecelakaan kerja.
“Semua rencana pengerjaan ini kita targetkan selesai dalam 10 hari. Sebelum pembongkaran dimulai, mari kita awali dengan doa bersama agar seluruh personel diberikan kesehatan, keselamatan, dan kegiatan ini berjalan lancar tanpa kendala,” tutupnya.
Melalui program TMMD ke-130 ini, pembangunan rumah Christina Bueharin diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi penerima bantuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (*)






















Discussion about this post