Kamis, 22 Oktober 2026
  • Kontak
  • Redaksi & Manajemen
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
NARATALK ID
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
NARATALK ID
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
Home Nasional

Tana Tidung Siapkan Guru PAUD Tanggap Iklim, Anak Tetap Aman di Tengah Ancaman Kabut Asap

by Admin
22 Oktober 2026
in Nasional, Tana Tidung
A A
0
Tana Tidung Siapkan Guru PAUD Tanggap Iklim, Anak Tetap Aman di Tengah Ancaman Kabut Asap

NRT, JAKARTA : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu pendidikan dan tumbuh kembang anak. Mengantisipasi risiko tersebut, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, menyiapkan pelatihan bagi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) agar lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim.

Program ini akan dikembangkan bersama SEAMEO CECCEP dan Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Langkah tersebut menjadi tindak lanjut Forum ECD Asia-Pasifik 2026, sekaligus upaya memperkuat kapasitas pendidik dalam mengenalkan isu lingkungan dan memberikan pendampingan psikologis kepada anak saat menghadapi situasi darurat.

Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd., mengatakan pendidikan perubahan iklim perlu diperkenalkan sejak usia dini melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

“Guru PAUD perlu memiliki bekal untuk mengenalkan perubahan iklim kepada anak dengan cara yang sederhana dan sesuai usia mereka. Pembelajaran dapat dilakukan lewat permainan, kegiatan di alam, serta kebiasaan sehari-hari yang membantu anak memahami lingkungan di sekitarnya,” ujar Vamelia.

Menurutnya, kesiapan tersebut penting bagi Tana Tidung yang menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan gambut. Ketika kabut asap mengganggu kualitas udara, kegiatan belajar di sekolah berpotensi dihentikan sementara demi keselamatan anak.

Kondisi itu juga dapat memengaruhi keberlangsungan layanan PAUD Holistik Integratif, yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.

Karena itu, kesiapan guru tidak cukup hanya berkaitan dengan metode pembelajaran. Pendidik juga perlu memahami cara mendampingi kondisi emosional anak ketika rutinitas mereka berubah akibat bencana atau keadaan darurat.

“Dalam situasi darurat, anak membutuhkan pendampingan yang tepat agar mereka tetap merasa aman. Guru harus mampu mengenali kondisi emosional anak dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan mereka, sehingga proses tumbuh kembang tetap mendapat perhatian meskipun aktivitas belajar mengalami perubahan,” katanya.

Tiga Fokus Pelatihan Guru PAUD

Pelatihan yang dirancang bersama SEAMEO CECCEP dan Koalisi Nasional PAUD HI tersebut akan berfokus pada tiga bidang utama.

Pertama, pengembangan kurikulum kontekstual berbasis permainan dan alam, sehingga anak dapat mengenali lingkungan melalui pengalaman langsung. Kedua, penguatan keterampilan sosial-emosional atau social-emotional learning (SEL) untuk membantu anak menghadapi situasi bencana. Ketiga, peningkatan kolaborasi lintas sektor agar layanan pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan anak dapat saling mendukung.

Vamelia menegaskan, pendidikan perubahan iklim harus disampaikan dengan cara yang sesuai tahap perkembangan anak. Materi tidak cukup diberikan melalui penjelasan, tetapi perlu diwujudkan dalam kegiatan nyata yang dapat mereka lihat, rasakan, dan praktikkan.

“Pendidikan perubahan iklim harus dekat dengan kehidupan anak. Mereka bisa diajak mengenali lingkungan, memahami perubahan yang terjadi di sekitarnya, dan belajar melakukan tindakan sederhana untuk menjaga alam. Pendekatan seperti ini membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus memberi pengalaman belajar yang bermakna,” tuturnya.

Untuk mendukung penerapannya, Tana Tidung akan menggunakan kerangka RAMAH, yakni Relevan dengan kondisi daerah, menyentuh aspek afektif anak, Merujuk pada ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, berorientasi pada Aksi nyata, serta dilaksanakan secara Holistik.

Kerangka tersebut dirancang untuk menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman sehari-hari anak. Dengan demikian, pembelajaran tentang perubahan iklim tidak berhenti pada pengenalan ancaman lingkungan, tetapi juga mendorong kebiasaan menjaga alam dan memahami keselamatan diri.

Berawal dari Forum ECD Asia-Pasifik 2026

Rencana penguatan kapasitas guru PAUD itu sebelumnya dipaparkan Vamelia saat menghadiri 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada 20–22 Oktober 2026.

Forum yang diinisiasi Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, SEAMEO CECCEP, Tanoto Foundation, serta Koalisi Nasional PAUD HI tersebut mengangkat tema From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific.

Pertemuan tingkat Asia-Pasifik itu membahas penguatan sistem pengembangan anak usia dini yang responsif terhadap perubahan iklim dan didukung pembiayaan yang memadai.

Bagi Tana Tidung, forum tersebut menjadi ruang untuk membawa tantangan lingkungan di daerah ke dalam pembahasan pengembangan anak usia dini. Hasilnya diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program nyata, terutama melalui peningkatan kemampuan guru dan pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lokal.

Vamelia menegaskan, tujuan akhirnya adalah memastikan anak tetap memperoleh hak untuk belajar, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman, termasuk ketika daerah menghadapi risiko bencana.

“Anak-anak harus tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang dalam kondisi apa pun. Guru yang lebih siap, pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan, serta dukungan lintas sektor, kami berharap kebutuhan anak tetap terpenuhi dan mereka tumbuh dengan pemahaman yang baik tentang keselamatan serta pentingnya menjaga alam,” tandasnya. (*)

Tags: Bunda paudDprd kaltaraPemkab Tana TidungVamelia Ibrahim
ShareSendShareTweetSend
Previous Post

Evaluasi Jambore CERIA Capai 97,13 Persen, Tana Tidung Siapkan Penguatan Kompetensi Guru PAUD hingga 2027

Next Post

Tana Tidung Jadi Daerah Pertama Gandeng SEAMEO CECCEP, Guru PAUD Disiapkan Hadapi Perubahan Iklim

Related Posts

Wakil Ketua DPRD Kaltara Hadiri Pawai Muharram, Serukan Pentingnya Merawat Persatuan
Kalimantan Utara

Wakil Ketua DPRD Kaltara Hadiri Pawai Muharram, Serukan Pentingnya Merawat Persatuan

17 Juni 2026
Audiensi Percepatan Pembangunan Jalan di Krayan, Usulkan Penyesuaian Desain Teknis Pembangunan
Kalimantan Utara

Audiensi Percepatan Pembangunan Jalan di Krayan, Usulkan Penyesuaian Desain Teknis Pembangunan

24 Juli 2026
Hadiri Penyerahan LKPD ke BPK, Muhammad Nasir Apresiasi Pemprov Kaltara Merampungkan Penyusunan Laporan Tepat Waktu
Kalimantan Utara

Hadiri Penyerahan LKPD ke BPK, Muhammad Nasir Apresiasi Pemprov Kaltara Merampungkan Penyusunan Laporan Tepat Waktu

1 April 2026
Anggaran Beasiswa di Proyeksi Turun, Syamsudin Arfah Ajak Stage Holder Mencarikan Solusi
Kalimantan Utara

Anggaran Beasiswa di Proyeksi Turun, Syamsudin Arfah Ajak Stage Holder Mencarikan Solusi

16 Februari 2026
DPRD Kaltara Soroti Kesenjangan Literasi di Wilayah Perkotaan dengan Pelosok
Kalimantan Utara

DPRD Kaltara Soroti Kesenjangan Literasi di Wilayah Perkotaan dengan Pelosok

31 Agustus 2026
DPRD Minta Anggaran Rp19,8 Miliar Dipertahankan
Kalimantan Utara

DPRD Minta Anggaran Rp19,8 Miliar Dipertahankan

25 Juni 2026
Next Post
Tana Tidung Jadi Daerah Pertama Gandeng SEAMEO CECCEP, Guru PAUD Disiapkan Hadapi Perubahan Iklim

Tana Tidung Jadi Daerah Pertama Gandeng SEAMEO CECCEP, Guru PAUD Disiapkan Hadapi Perubahan Iklim

Discussion about this post

NARATALK ID

Media online Kalimantan Utara, semakin dekat dan terpercaya

Ikuti Kami

Kanal Berita

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bulungan
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • IKN
  • Internasional
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Samarinda
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diduga Terlibat Peredaran Sabu 74 Kg, Seorang Konten Kreator Tarakan Ditangkap

Diduga Terlibat Peredaran Sabu 74 Kg, Seorang Konten Kreator Tarakan Ditangkap

29 Oktober 2024
Penyelundupan Kosmetik Ilegal Senilai Ratusan Juta Milik Haji Hasyim Digagalkan Satrol Lantamal XIII

Penyelundupan Kosmetik Ilegal Senilai Ratusan Juta Milik Haji Hasyim Digagalkan Satrol Lantamal XIII

14 September 2024
Dugaan Cemarkan Nama Baik LDII, Pemilik Akun Tiktok Info Kaltara Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Cemarkan Nama Baik LDII, Pemilik Akun Tiktok Info Kaltara Dilaporkan ke Polisi

28 Mei 2026
Kompak! Tokoh Masyarakat Jawa di Tarakan Dukung Zainal Paliwang Lanjut Dua Periode

Kompak! Tokoh Masyarakat Jawa di Tarakan Dukung Zainal Paliwang Lanjut Dua Periode

2 Oktober 2024
Imbas melakukan Aksi Curanmor, Seorang Mahasiswa Meringkuk Dijeruji Besi 

Imbas melakukan Aksi Curanmor, Seorang Mahasiswa Meringkuk Dijeruji Besi 

0
Pendapatan konsolidasi meningkat 3,9% YoY, EBITDA naik 3,8% YoY, sementara laba bersih normalisasi tumbuh 6,2% YoY

Pendapatan konsolidasi meningkat 3,9% YoY, EBITDA naik 3,8% YoY, sementara laba bersih normalisasi tumbuh 6,2% YoY

0
Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan menyambangi kantor PLN Tarakan (Foto : Humas Tarakan)

Tinjau PLN Tarakan, Pastikan Tak Ada Pemadaman Selama Ramadhan

0
Krisis Air Meresahkan Pengusaha Laundry di Nunukan

Krisis Air Meresahkan Pengusaha Laundry di Nunukan

0
Tana Tidung Jadi Daerah Pertama Gandeng SEAMEO CECCEP, Guru PAUD Disiapkan Hadapi Perubahan Iklim

Tana Tidung Jadi Daerah Pertama Gandeng SEAMEO CECCEP, Guru PAUD Disiapkan Hadapi Perubahan Iklim

22 Oktober 2026
Tana Tidung Siapkan Guru PAUD Tanggap Iklim, Anak Tetap Aman di Tengah Ancaman Kabut Asap

Tana Tidung Siapkan Guru PAUD Tanggap Iklim, Anak Tetap Aman di Tengah Ancaman Kabut Asap

22 Oktober 2026
Evaluasi Jambore CERIA Capai 97,13 Persen, Tana Tidung Siapkan Penguatan Kompetensi Guru PAUD hingga 2027

Evaluasi Jambore CERIA Capai 97,13 Persen, Tana Tidung Siapkan Penguatan Kompetensi Guru PAUD hingga 2027

22 Oktober 2026
Berjuang Hidupi Tiga Anak, Rumah Samrah yang Lapuk Kini Direhabilitasi Satgas TMMD Tarakan

Berjuang Hidupi Tiga Anak, Rumah Samrah yang Lapuk Kini Direhabilitasi Satgas TMMD Tarakan

21 Oktober 2026
  • Kontak
  • Redaksi & Manajemen
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2024 naratalk.id. All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini

© 2024 naratalk.id. All Right Reserverd