Jumat, 21 Agustus 2026
  • Kontak
  • Redaksi & Manajemen
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
NARATALK ID
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
NARATALK ID
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
Home Hukum & Kriminal

OTT Rektor Unsoed Picu Sorotan, Mukhlis Ramlan Desak Investigasi di Seluruh Kampus

by Admin
21 Agustus 2026
in Hukum & Kriminal
A A
0
OTT Rektor Unsoed Picu Sorotan, Mukhlis Ramlan Desak Investigasi di Seluruh Kampus

NRT, Jakarta : Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali diguncang dugaan praktik korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Akhmad Sodiq.

Operasi tersebut diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri di Fakultas Kedokteran Unsoed. Dalam operasi itu, KPK disebut mengamankan uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Kasus tersebut langsung mendapat sorotan dari pengamat hukum dan kebijakan publik, Mukhlis Ramlan. Ia menilai OTT tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi sistem penerimaan mahasiswa baru, khususnya jalur mandiri yang dinilai rawan disusupi praktik transaksional.

Mukhlis bahkan mendesak KPK bersama kementerian terkait melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi lainnya.

“Tertangkapnya Rektor Unsoed membuktikan bahwa celah korupsi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Kedokteran yang berbiaya tinggi, masih sangat menganga. Dugaan kuat kami, pola manipulasi dan komersialisasi kuota pendidikan ini tidak hanya terjadi di satu kampus,” ujar Mukhlis dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut dia, dugaan praktik suap dalam penerimaan mahasiswa baru tidak boleh dipandang sebagai persoalan internal sebuah perguruan tinggi semata. Jika benar terjadi, praktik tersebut menyentuh persoalan yang lebih besar, yakni keadilan dalam memperoleh akses pendidikan.

Mukhlis menilai jalur mandiri di sejumlah perguruan tinggi perlu mendapat pengawasan lebih ketat. Minimnya transparansi dan lemahnya kontrol eksternal, menurutnya, berpotensi membuka ruang terjadinya praktik perburuan rente.

“Karena itu, kami mendesak KPK dan kementerian terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh ke semua universitas di Indonesia. Jangan sampai persoalan ini hanya berhenti pada satu kampus jika ternyata terdapat pola serupa di tempat lain,” tegasnya.

Dalam OTT tersebut, tim KPK disebut mengamankan 14 orang di wilayah Purwokerto dan Jakarta. Sejumlah pejabat rektorat juga turut diamankan, di antaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo.

Berdasarkan informasi awal dalam kasus tersebut, calon mahasiswa diduga diminta menyediakan dana hingga ratusan juta rupiah agar dapat diterima melalui jalur mandiri Fakultas Kedokteran.

Mukhlis mengingatkan, apabila praktik semacam itu terbukti terjadi, dampaknya tidak hanya merusak reputasi perguruan tinggi, tetapi juga memperlebar kesenjangan akses pendidikan. Mahasiswa dari keluarga kurang mampu berpotensi semakin tersisih ketika kemampuan finansial menjadi salah satu faktor dalam menentukan kelulusan.

“Kalau audit dan investigasi total tidak segera dilakukan, prinsip keadilan dan hak masyarakat kurang mampu untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas akan terus terampas oleh praktik-praktik semacam ini,” katanya.

Sementara itu, para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu sesuai ketentuan hukum untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Selain menunggu langkah hukum KPK terhadap pihak-pihak yang terlibat, masyarakat juga menanti apakah OTT tersebut akan menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa baru secara lebih luas.

Integritas perguruan tinggi menjadi taruhan. Sebab, ketika akses pendidikan dapat dipengaruhi oleh transaksi, yang dipertaruhkan bukan hanya nama baik sebuah kampus, tetapi juga kepercayaan publik terhadap masa depan pendidikan Indonesia. (*)

Tags: Dugaan TipikorMuchlis
ShareSendShareTweetSend
Previous Post

Langgar Keimigrasian, WNA Asal RRT Dideportasi dari Tarakan

Related Posts

Pengamat: Isu Terhadap Febrie Adriansyah Diduga Bagian dari ‘Corruptor Fights Back’ untuk Lumpuhkan Kejaksaan
Hukum & Kriminal

Pengamat: Isu Terhadap Febrie Adriansyah Diduga Bagian dari ‘Corruptor Fights Back’ untuk Lumpuhkan Kejaksaan

26 Juli 2026
Pakar: Penetapan Febrie sebagai Tersangka Tanpa Diperiksa Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
Kalimantan Utara

Pakar: Penetapan Febrie sebagai Tersangka Tanpa Diperiksa Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM

19 Juli 2026
Pengamat: Isu Terhadap Febrie Adriansyah Diduga Bagian dari ‘Corruptor Fights Back’ untuk Lumpuhkan Kejaksaan
Hukum & Kriminal

Pihak Febrie Minta Penyidik Usut Pemilik 74 Kg Emas: Jangan Hanya Andalkan Pengakuan Tersangka!

30 Juli 2026
Jika Praperadilan Febrie Diansyah Dikabulkan, Pengamat: Penggeledahan dan Penyitaan Aset Batal Demi Hukum
Hukum & Kriminal

Jika Praperadilan Febrie Diansyah Dikabulkan, Pengamat: Penggeledahan dan Penyitaan Aset Batal Demi Hukum

21 Agustus 2026
UU Perampasan Aset Belum Disahkan, Praktisi: Penyitaan Kafe De Clan dan Rumah Sentul Prematur dan Langgar Hak Konstitusi
Hukum & Kriminal

UU Perampasan Aset Belum Disahkan, Praktisi: Penyitaan Kafe De Clan dan Rumah Sentul Prematur dan Langgar Hak Konstitusi

20 Juli 2026
Rumah Febrie Ardyansah Digeledah Tanpa Adanya Pemeriksaan Awal, Pengamat: Ini Praktek ‘Fishing Expedition’
Hukum & Kriminal

Bukan Uang atau 74kg Emas, Febrie Adriansyah Hanya Minta Barang Pribadi hingga Foto Keluarga Dikembalikan

20 Agustus 2026

Discussion about this post

NARATALK ID

Media online Kalimantan Utara, semakin dekat dan terpercaya

Ikuti Kami

Kanal Berita

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bulungan
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • IKN
  • Internasional
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Samarinda
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diduga Terlibat Peredaran Sabu 74 Kg, Seorang Konten Kreator Tarakan Ditangkap

Diduga Terlibat Peredaran Sabu 74 Kg, Seorang Konten Kreator Tarakan Ditangkap

29 Oktober 2024
Penyelundupan Kosmetik Ilegal Senilai Ratusan Juta Milik Haji Hasyim Digagalkan Satrol Lantamal XIII

Penyelundupan Kosmetik Ilegal Senilai Ratusan Juta Milik Haji Hasyim Digagalkan Satrol Lantamal XIII

14 September 2024
Dugaan Cemarkan Nama Baik LDII, Pemilik Akun Tiktok Info Kaltara Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Cemarkan Nama Baik LDII, Pemilik Akun Tiktok Info Kaltara Dilaporkan ke Polisi

28 Mei 2026
Kompak! Tokoh Masyarakat Jawa di Tarakan Dukung Zainal Paliwang Lanjut Dua Periode

Kompak! Tokoh Masyarakat Jawa di Tarakan Dukung Zainal Paliwang Lanjut Dua Periode

2 Oktober 2024
Imbas melakukan Aksi Curanmor, Seorang Mahasiswa Meringkuk Dijeruji Besi 

Imbas melakukan Aksi Curanmor, Seorang Mahasiswa Meringkuk Dijeruji Besi 

0
Pendapatan konsolidasi meningkat 3,9% YoY, EBITDA naik 3,8% YoY, sementara laba bersih normalisasi tumbuh 6,2% YoY

Pendapatan konsolidasi meningkat 3,9% YoY, EBITDA naik 3,8% YoY, sementara laba bersih normalisasi tumbuh 6,2% YoY

0
Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan menyambangi kantor PLN Tarakan (Foto : Humas Tarakan)

Tinjau PLN Tarakan, Pastikan Tak Ada Pemadaman Selama Ramadhan

0
Krisis Air Meresahkan Pengusaha Laundry di Nunukan

Krisis Air Meresahkan Pengusaha Laundry di Nunukan

0
OTT Rektor Unsoed Picu Sorotan, Mukhlis Ramlan Desak Investigasi di Seluruh Kampus

OTT Rektor Unsoed Picu Sorotan, Mukhlis Ramlan Desak Investigasi di Seluruh Kampus

21 Agustus 2026
Langgar Keimigrasian, WNA Asal RRT Dideportasi dari Tarakan

Langgar Keimigrasian, WNA Asal RRT Dideportasi dari Tarakan

21 Agustus 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Koordinasi Pengawasan Penyaluran Biosolar di Tarakan

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Koordinasi Pengawasan Penyaluran Biosolar di Tarakan

21 Agustus 2026
Jika Praperadilan Febrie Diansyah Dikabulkan, Pengamat: Penggeledahan dan Penyitaan Aset Batal Demi Hukum

Jika Praperadilan Febrie Diansyah Dikabulkan, Pengamat: Penggeledahan dan Penyitaan Aset Batal Demi Hukum

21 Agustus 2026
  • Kontak
  • Redaksi & Manajemen
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2024 naratalk.id. All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kalimantan Utara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Kalimantan Timur
      • Balikpapan
      • Berau
      • Samarinda
    • IKN
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini

© 2024 naratalk.id. All Right Reserverd