NRT, Tanjung Selor : Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, menekankan bahwa emansipasi wanita di era modern tidak lagi sekadar menuntut kesempatan, melainkan pembuktian kompetensi melalui aksi nyata.
Hal ini disampaikannya saat menjadi penanggap utama dalam seminar Pre-Event Hari Kartini bertajuk “Dari Emansipasi ke Aksi Iklim: Memperkuat Kesetaraan Gender, Partisipasi, dan Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim di Indonesia”, yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Kalimantan Utara (Unikal) bekerja sama dengan Yayasan Pionir Bulungan, Kamis (16/4).
Acara yang dibuka langsung oleh Rektor Universitas Kalimantan Utara ini menghadirkan para women champions dari Desa Antutan, Long Sam, dan Long Beluah sebagai narasumber. Mereka berbagi kisah sukses mengenai pengelolaan Perhutanan Sosial yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus melestarikan alam.
Dalam tanggapannya, Vamelia Ibrahim memberikan apresiasi tinggi diantaranya kepada Ibu Noviana Liling (Ketua KUPS Perempuan Femung Hilmet) dan Ibu Raberti Ngang (KUPS Dedur Leto). Ia menyebut mereka sebagai bukti bahwa tangan perempuan mampu mengelola hutan yang selama ini identik dengan dunia laki-laki menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan.
“Emansipasi bukan sekadar meminta diberikan kesempatan yang luas, tetapi kita harus mau membuka wawasan dan memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan kompetensi. Ibu-ibu di desa telah membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, mereka bisa menjadi pembicara tingkat nasional dan penggerak ekonomi di desanya,” ujar Vamelia.
Vamelia juga memaparkan landasan ilmiah terkait pentingnya peran perempuan di ranah publik. Ia mengutip riset dari Journal of Development Economics yang menyatakan bahwa pemimpin perempuan cenderung lebih memprioritaskan kebijakan yang inklusif, ramah lingkungan, dan fokus pada kesejahteraan sosial.
“Di legislatif, kuota 30% perempuan adalah pintu masuk, namun kualitaslah yang menentukan keberlangsungan mandat tersebut. Sebagaimana amanah yang saya emban sebagai Anggota DPRD dengan suara terbanyak, saya harus membuktikan kelayakan saya melalui kerja nyata,” tegas peraih penghargaan Bunda PAUD Terbaik Nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tahun 2025 ini.
Di hadapan ratusan mahasiswa Unikal, Vamelia memotivasi generasi muda untuk tidak ragu bermimpi dan terus mengasah kapasitas diri. Mengutip kata bijak R.A. Kartini, ia berpesan: “Teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.”
Vamelia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pionir Bulungan atas pendampingannya yang berkelanjutan dan berharap pola pemberdayaan serupa dapat direplikasi di kabupaten lain, seperti Tana Tidung. Ia memuji langkah Unikal dalam menyelenggarakan seminar ini sebagai upaya mencetak generasi Kalimantan Utara yang cerdas dan peduli lingkungan.
“Buktikan kalau kita layak diberikan kesempatan dan kesetaraan. Mari kita jadikan semangat para pejuang lingkungan dari desa ini sebagai motivasi untuk terus berkarya bagi Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post