NRT, Tanjung Selor : Peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66 bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah membutuhkan kebersamaan, kepedulian terhadap budaya, serta komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga masa depan Bulungan.
Pesan tersebut ditegaskan Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., dalam rapat paripurna peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66 tahun 2026 di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan, Kamis pagi (8/10/2026).
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Pemerintah Kabupaten Bulungan, serta berbagai unsur masyarakat, Syarwani mengajak seluruh pihak memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
“Bulungan bukan hanya milik pemerintah. Bulungan adalah rumah kita bersama. Karena itu, kemajuan Bulungan membutuhkan kontribusi semua pihak,” tegasnya.
Mengusung tema “Pelestarian Budaya, Mantapkan Potensi Unggulan, Bulungan Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi ajakan untuk menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat potensi yang dimiliki Bulungan demi pembangunan yang berkelanjutan.
Syarwani menegaskan, hari jadi daerah memiliki makna lebih luas daripada sekadar perayaan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk menghormati sejarah, mengenang jasa para pendahulu, mengevaluasi perjalanan pembangunan, serta memperkuat komitmen menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur. Kualitas kehidupan masyarakat, keharmonisan sosial, kelestarian lingkungan, serta terjaganya budaya juga harus menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan.
“Jangan kita wariskan kepada generasi berikutnya hanya sebuah daerah dengan pembangunan fisik yang lebih maju. Wariskan pula masyarakat yang rukun, budaya yang terjaga, lingkungan yang lestari, pemerintahan yang baik dan semangat kebersamaan yang kuat,” imbuhnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa masa depan Bulungan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun hari ini, tetapi juga oleh nilai-nilai yang dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rapat paripurna berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang sarat makna. Acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor, dilanjutkan pemotongan nasi Rasul serta pembacaan doa.
Tradisi tersebut menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjalanan panjang daerah, sekaligus harapan agar Bulungan senantiasa memperoleh keberkahan, keselamatan, dan perlindungan.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam rapat paripurna itu juga mencerminkan pentingnya kebersamaan dalam merawat sejarah dan melanjutkan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Syarwani turut menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dan DPRD Bulungan.
Meski memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing, kedua lembaga tersebut mengemban tanggung jawab yang sama dalam mendorong pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi yang kuat dinilai penting agar program pembangunan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan Kabupaten Bulungan.
Melalui peringatan hari jadi ini, Syarwani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, merawat budaya, memaksimalkan potensi daerah, serta berkontribusi sesuai peran masing-masing.
Sebab, sebagaimana pesan yang disampaikannya, Bulungan adalah rumah bersama. Kemajuan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil dari kepedulian, partisipasi, dan semangat gotong royong seluruh masyarakat. (*)




















Discussion about this post