NRT, Tarakan : Layanan Call Center 112 yang menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Tarakan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan yang digelar di Kecamatan Tarakan Timur, Kamis (4/6/2026), dengan melibatkan perwakilan tujuh kelurahan.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Tarakan bersama UPTD Tarakan Command Center (TCC) itu diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat kelurahan, kader PKK, Dasawisma hingga ketua RT.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi layanan Call Center 112 sebagai sarana pelaporan kedaruratan.

“Kami melaksanakan sosialisasi ini di Kecamatan Tarakan Timur dengan menghadirkan perwakilan dari tujuh kelurahan. Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari kelurahan, PKK, Dasawisma hingga ketua RT,” ujarnya.
Endah menjelaskan, Call Center 112 merupakan layanan kedaruratan yang dikelola melalui UPTD Tarakan Command Center (TCC) di bawah DKISP Kota Tarakan.
Layanan ini menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Tarakan dalam memperkuat sistem penanganan berbagai laporan darurat masyarakat secara terpadu.
Menurutnya, keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai kejadian darurat yang terjadi di lapangan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi.
“Harapan kami, layanan Call Center 112 ini nantinya bisa berjalan maksimal dan efektif. Artinya, masyarakat yang mengalami kondisi darurat dapat menyampaikan laporannya dengan cepat sehingga penanganannya juga bisa segera dilakukan,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan layanan 112 harus sesuai dengan fungsinya sebagai layanan kedaruratan, bukan untuk kepentingan yang tidak semestinya.
Hal tersebut penting agar sistem layanan tetap optimal dan tidak mengganggu panggilan darurat yang benar-benar membutuhkan penanganan cepat.
“Sosialisasi tetap kami lakukan karena masih ada masyarakat yang belum mengetahui layanan ini, terutama pendatang baru di Kota Tarakan,” ujarnya.
Endah juga menyebutkan mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Tarakan menjadi salah satu alasan pentingnya kegiatan sosialisasi terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Dengan demikian, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami fungsi dan cara penggunaan Call Center 112 sebagai layanan kedaruratan yang dapat diakses secara cepat dan gratis.
“Harapannya masyarakat semakin memahami fungsi layanan 112 ini dan dapat memanfaatkannya dengan benar saat menghadapi kondisi darurat,” pungkasnya. (*)



















Discussion about this post