NRT, TARAKAN : Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap seorang warga berinisial NV di kawasan Gunung Belah, Jalan Pangeran Diponegoro, menjadi perhatian Polres Tarakan. Kepolisian berencana memasukkan lokasi kejadian ke dalam pemetaan daerah rawan sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat kegiatan pengamanan.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., mengatakan lokasi kejadian berada cukup jauh dari pusat aktivitas masyarakat dan memiliki kondisi lingkungan yang relatif sepi. Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengevaluasi pola pengamanan di wilayah Kota Tarakan.
“Lokasi kejadian kemarin merupakan lokasi yang sedikit di luar dan memang agak sepi. Dengan kejadian ini akan menjadi salah satu titik yang masuk dalam data Bagops. Nantinya, data tersebut menjadi bahan kami untuk menganalisis dan mengevaluasi kejadian selama satu bulan berjalan,” ujarnya.
Bonifasius menjelaskan, evaluasi internal dijadwalkan setiap tanggal 10. Dalam pembahasan tersebut, Bagian Operasi (Bagops) akan mengkaji catatan tindak kejahatan maupun pelanggaran yang terjadi selama satu bulan terakhir.
Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar untuk menentukan wilayah yang membutuhkan peningkatan aktivitas kepolisian, termasuk penambahan patroli.
“Nanti tanggal 10 saya rencanakan dibahas. Kami akan evaluasi titik-titik yang sudah terdata pernah terjadi kejahatan ataupun pelanggaran selama satu bulan berjalan. Dari situ, kami akan menambahkan aktivitas kegiatan kepolisian di lokasi-lokasi tersebut,” jelasnya.
Selain patroli, upaya pencegahan juga akan dilakukan melalui pendekatan kepada masyarakat. Kepolisian akan melihat karakteristik dan kondisi setiap lokasi agar langkah pengamanan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Penambahan kegiatan itu bisa seperti patroli ataupun penggalangan masyarakat. Kami melihat lokasi-lokasi yang sudah masuk dalam data, kemudian menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Tak hanya mengandalkan aktivitas kepolisian, kondisi lingkungan juga menjadi perhatian. Polres Tarakan berencana berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk membahas kebutuhan fasilitas pendukung keamanan, termasuk penerangan jalan di kawasan yang relatif sepi.
“Misalnya dengan penerangan atau hal-hal lain yang bisa mengurangi kesempatan orang melakukan kejahatan di tempat yang sama,” lanjutnya.
Bonifasius menegaskan, evaluasi tanggal 10 merupakan pembahasan internal Polres Tarakan. Meski demikian, koordinasi dengan instansi terkait tetap dilakukan, terutama apabila ditemukan kebutuhan dukungan fasilitas maupun pengamanan di lokasi tertentu.
Sementara itu, dalam perkembangan laporan NV, penasihat hukum korban, Nunung Tri Sulistyawati, sebelumnya mengungkapkan adanya informasi mengenai dugaan keterlibatan aparat dari institusi lain.
Informasi tersebut diperoleh setelah pihaknya mencocokkan keterangan korban dengan sejumlah keterangan lainnya. Menurut Nunung, orang-orang yang diduga terlibat sempat mengaku berasal dari Polda. Namun, identitas maupun asal institusi mereka belum dapat dipastikan.
Ia menyampaikan, apabila dugaan keterlibatan anggota institusi lain terbukti, penanganannya akan disesuaikan dengan kewenangan lembaga terkait.
Di sisi lain, Kapolres juga mengimbau masyarakat Tarakan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika beraktivitas pada malam hari mulai pukul 20.00 WITA.
“Sebagai Kapolres tentunya memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat Kota Tarakan agar lebih mawas diri dan berhati-hati, apalagi dalam melakukan aktivitas pada malam hari atau mulai pukul 20.00 WITA ke atas. Kita tidak menginginkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, karena itu bisa terjadi kepada siapa saja dan bisa dilakukan oleh siapa saja,” tuturnya.
Bonifasius memahami bahwa sebagian masyarakat tetap harus beraktivitas pada malam hari untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, ia tidak bermaksud membatasi mobilitas warga, tetapi mengingatkan agar masyarakat mempertimbangkan urgensi perjalanan dan tetap menjaga keselamatan diri.
“Kalau memang tidak terlalu penting, sebaiknya jangan keluar sampai tengah malam. Kami juga memahami kegiatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tidak bisa dibatasi. Kami turut prihatin atas kejadian yang dialami salah satu warga dan berharap korban segera pulih serta kembali beraktivitas seperti sediakala,” tutupnya.
Polres Tarakan berharap evaluasi pemetaan wilayah rawan, peningkatan patroli, serta dukungan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan tindak kejahatan, terutama di kawasan yang minim aktivitas dan penerangan. (*)



















Discussion about this post