NRT, Bulungan : PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat menangani insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil tangki milik mitra transportir PT Timbul Cahaya Energi di Jalan Poros Bulungan–Berau KM 30, Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Senin (20/7) malam.
Mobil tangki dengan nomor polisi KU 8196 AU tersebut membawa masing-masing 8 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Biosolar dari Jobber Berau menuju SPBU 63.772.002. Berdasarkan hasil pengecekan awal, insiden terjadi saat mobil tangki melintasi jalan berkelok dan berupaya menghindari truk pengangkut kelapa sawit yang mengalami pecah ban di lajur jalan. Dalam upaya menghindari kendaraan tersebut, mobil tangki melakukan manuver keluar jalur dan menabrak pohon sawit sehingga bagian depan kendaraan mengalami kerusakan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa tidak terdapat kebocoran maupun tumpahan produk BBM akibat insiden tersebut.
“Pertamina langsung melakukan penanganan dengan memprioritaskan keselamatan awak mobil tangki, mengamankan kendaraan dan produk, serta memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan. Satu orang awak mobil tangki mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pemeriksaan serta penanganan di fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Edi.
Pertamina bersama mitra transportir segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Mobil tangki kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan towing menuju SPBU tujuan agar proses pembongkaran BBM dapat dilakukan secara aman.
“Seluruh muatan berupa 8 KL Pertalite dan 8 KL Biosolar telah berhasil dibongkar di SPBU tujuan pada Selasa (21/7) pukul 07.00 WITA. Dengan demikian, pelayanan dan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan,” tambah Edi.
Kondisi stok BBM di SPBU 63.772.002 terpantau tersedia, yaitu Pertamax sebanyak 7 KL, Pertalite 9 KL, Pertamax Turbo 5 KL, Biosolar 24 KL, dan Dexlite 12 KL. Pertamina juga telah menyiapkan rencana pengiriman pada Selasa (21/7).
Berdasarkan pemeriksaan awal sebelum keberangkatan, kedua awak mobil tangki dinyatakan dalam kondisi fit, sementara hasil pemeriksaan kendaraan dinyatakan layak beroperasi dan tidak ditemukan indikasi konsumsi alkohol. Saat kejadian, kondisi cuaca terpantau cerah, kondisi jalan baik, dan kecepatan kendaraan berdasarkan GPS berada pada kisaran 35–44 kilometer per jam.
Pertamina bersama mitra transportir akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi mobil tangki serta evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dalam kegiatan pendistribusian BBM tetap dijalankan sesuai prosedur.
“Pertamina berkomitmen untuk terus mengutamakan aspek keselamatan serta memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga,” tutup Edi. (*)



















Discussion about this post