NRT, Tarakan : Sebagai upaya menekan risiko banjir dan menghidupkan kembali budaya gotong royong, Pemerintah Kota Tarakan melalui Wakil Wali Kota Ibnu Saud Is menggelar bersih-bersih serentak di beberapa titik rawan genangan, mengajak warga untuk berperan aktif menjaga lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (26/10/2025) pagi tersebut melibatkan aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat. Para peserta bergotong royong membersihkan saluran air, mengangkat sampah, dan merapikan area drainase yang sering menjadi sumber genangan saat hujan deras.
Wakil Wali Kota Ibnu Saud Is menekankan kegiatan ini bukan lagi rutinitas, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan. Menurutnya, banyak kasus banjir terjadi bukan hanya karena infrastruktur, tetapi juga perilaku warga yang membuang sampah sembarangan.
“Seandainya sampah tidak dibuang ke saluran air, sebagian besar genangan bisa dihindari. Kegiatan gotong royong ini sekaligus mengembalikan tradisi Kota Moroeng dan membangun kesadaran bahwa lingkungan kita tanggung jawab bersama,” ujar Ibnu Saud Is.
Ia juga menekankan pentingnya saling peduli antarwarga, karena banjir yang terjadi di satu lokasi dapat berdampak pada kehidupan masyarakat lain, termasuk anak-anak yang tidak bisa bersekolah atau potensi kecelakaan dan longsor.
Dalam praktiknya, kegiatan ini tidak memerlukan alat berat, tetapi konsentrasi dan partisipasi aktif masyarakat. Warga membantu membersihkan saluran air dari endapan lumpur, botol pecah, dan berbagai benda yang bisa menghambat aliran air menuju laut.
“Kita ingin semua warga lebih aware terhadap potensi bencana dan berperan aktif dalam pencegahan. Dengan gotong royong, pekerjaan berat bisa terasa ringan, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan bersih-bersih serentak ini digelar di 10 titik rawan genangan di Kota Tarakan. Wakil Wali Kota memastikan hadir langsung di lokasi-lokasi tersebut, memberi contoh, sekaligus memotivasi warga untuk berpartisipasi penuh.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini bergantung pada inisiatif bersama, karena masyarakat cenderung mengikuti jejak tokoh dan pimpinan yang mereka hormati.
Dengan program ini, Pemkot Tarakan berharap setiap titik rawan genangan bisa tertangani lebih cepat, mengurangi risiko banjir, dan menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Kalau gotong royong dilakukan rutin, genangan bisa terurai dengan mudah. Ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tapi juga pendidikan bagi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan masa depan kota kita,” tutup Ibnu Saud Is. (*)






















Discussion about this post