NRT, TANA TIDUNG : Peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, memasuki tahap penguatan kompetensi pendidik. Hasil evaluasi Jambore CERIA menjadi pijakan untuk memetakan kebutuhan guru, mulai dari pembelajaran mendalam, literasi dan numerasi, hingga penerapan PAUD Holistik Integratif.
Langkah tersebut dibahas Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, bersama Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kemendikdasmen RI, Dr. Saiful Bari, dalam pertemuan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Evaluasi Jambore CERIA mencatat capaian pelaksanaan sebesar 97,13 persen, dengan tingkat partisipasi satuan PAUD mencapai 95,65 persen. Capaian ini menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan pengembangan kompetensi pendidik agar semakin sesuai dengan tantangan pembelajaran di lapangan.
Vamelia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini perlu dimulai dari penguatan kemampuan para guru. Sebab, pendidik memiliki peran penting dalam menciptakan proses belajar yang mendukung perkembangan anak secara optimal.
“Hasil evaluasi Jambore CERIA menjadi dasar untuk memetakan kompetensi guru PAUD yang masih perlu diperkuat. Peningkatan kapasitas pendidik harus disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di satuan PAUD,” ujar Vamelia.
Menurutnya, tiga bidang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut, yakni pembelajaran mendalam, literasi dan numerasi, serta PAUD Holistik Integratif. Ketiganya diharapkan dapat memperkuat kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas sekaligus memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
“Penguatan pembelajaran mendalam, literasi dan numerasi, serta PAUD Holistik Integratif menjadi fokus yang perlu ditindaklanjuti agar guru memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendukung tumbuh kembang anak,” katanya.
Dorong Akses Pelatihan yang Lebih Luas
Dalam pertemuan tersebut, Vamelia juga mengusulkan agar guru PAUD di Tana Tidung mendapatkan akses lebih luas terhadap program peningkatan kompetensi yang diselenggarakan Direktorat Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen.
Usulan ini diharapkan membuka peluang bagi para pendidik di daerah untuk memperoleh pembelajaran, pendampingan, dan penguatan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Direktur Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen RI, Saiful Bari, menyambut usulan tersebut. Ia menjelaskan, pengembangan kompetensi guru perlu dirancang sebagai proses berkelanjutan, bukan hanya melalui pelatihan sesaat.
“Pengembangan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemetaan kebutuhan, pembelajaran, praktik, pendampingan, dan umpan balik. Tahapan ini membantu memastikan materi pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar,” kata Saiful.
Ia menambahkan, hasil evaluasi Jambore CERIA dapat digunakan untuk menentukan bentuk pengembangan yang relevan dengan kebutuhan pendidik di daerah.
Dengan demikian, program peningkatan kompetensi diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut hingga penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar di satuan PAUD.
“Hasil evaluasi Jambore CERIA dapat menjadi pijakan untuk menyusun program peningkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan guru PAUD di Kabupaten Tana Tidung,” ujarnya.
Peta Jalan Disiapkan hingga 2027
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, yang turut mendampingi pertemuan tersebut, mengatakan rekomendasi hasil pembahasan akan ditindaklanjuti melalui peta jalan yang telah disepakati.
Pelaksanaan program direncanakan mulai Triwulan IV 2026 hingga 2027, dengan mempertimbangkan kebutuhan pengembangan kompetensi guru PAUD yang telah teridentifikasi.
“Rekomendasi dari pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui peta jalan yang telah disepakati. Pelaksanaannya direncanakan mulai Triwulan IV 2026 hingga 2027 dengan mempertimbangkan kebutuhan pengembangan kompetensi guru PAUD,” ujar Arman.
Ia menegaskan, tindak lanjut evaluasi akan diarahkan pada program yang terukur dan berkelanjutan sehingga penguatan kapasitas pendidik dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
“Tindak lanjut evaluasi Jambore CERIA akan diarahkan pada program yang terukur dan berkelanjutan, sehingga penguatan kompetensi guru dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan yang telah teridentifikasi,” tutupnya.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berharap hasil evaluasi Jambore CERIA dapat menjadi awal dari pengembangan kualitas pendidik yang lebih terarah. Penguatan kompetensi guru diharapkan turut menghadirkan pengalaman belajar yang semakin baik bagi anak-anak sejak usia dini, sebagai fondasi penting bagi perjalanan pendidikan mereka selanjutnya. (**)



















Discussion about this post