NRT, Tanjung Selor : Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, menyoroti kesenjangan akses literasi antara masyarakat di perkotaan dengan warga yang tinggal di wilayah pelosok dan terisolasi.
Menurut Nasir, perkembangan teknologi membuat masyarakat perkotaan memiliki akses lebih luas terhadap informasi. Kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan anak-anak di sejumlah wilayah terpencil Kaltara.
“Daerah perkotaan ini didominasi dengan teknologi yang canggih, maka yang di luar daripada daerah-daerah yang terisolasi ini yang menjadi persoalan,” kata Nasir.
Ia mengatakan, kondisi geografis Kaltara menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan literasi. Karena itu, penguatan literasi perlu diarahkan agar tidak hanya dinikmati masyarakat yang sudah memiliki akses informasi memadai.
Nasir berharap buku-buku dan berbagai bahan bacaan nantinya dapat disalurkan hingga ke wilayah yang belum memiliki akses literasi seperti di perkotaan.
“Dengan buku-buku yang akan nanti ada maupun yang akan diadakan nanti, inilah yang kita salurkan ke sana,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan literasi bukan semata-mata soal kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga diperlukan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman anak-anak terhadap berbagai persoalan.
Nasir menegaskan, anak-anak Kaltara memiliki kemampuan yang baik. Tantangannya adalah menyediakan kesempatan dan akses yang lebih merata agar kemampuan tersebut terus berkembang.
“Kita tidak mengklaim bahwa anak-anak di Kaltara ini tidak pintar. Kita paham mereka pintar, tapi bagaimana cara kita meningkatkan kepintaran ini lebih pintar lagi,” katanya. (*)






















Discussion about this post