NRT, Tana Tidung : Pemerintah Kabupaten Tana Tidung tak ingin peningkatan akses pendidikan anak usia dini berhenti pada angka partisipasi. Setelah berhasil mendorong hampir seluruh anak usia 5–6 tahun masuk layanan pendidikan, kini fokus diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pengembangan PAUD Model berbasis Pembelajaran Mendalam bermuatan STEM.
Langkah strategis tersebut ditempuh Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung melalui kolaborasi dengan Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Konsep pengembangan PAUD Model itu dipaparkan langsung di Jakarta bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung serta Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Kalimantan Utara.
Pengembangan PAUD Model ini menjadi kelanjutan dari agenda besar periode pertama kepemimpinan Bunda PAUD Tana Tidung yang menitikberatkan pada perluasan akses PAUD berkualitas.
Berbagai program prioritas daerah telah dilakukan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kualifikasi serta kompetensi tenaga pendidik, penguatan kesejahteraan guru, hingga peningkatan bantuan biaya operasional.
Angka Partisipasi Sekolah (APS) anak usia 5–6 tahun di Kabupaten Tana Tidung melonjak dari 59 persen pada 2021 menjadi 98,56 persen pada 2025.
Capaian tersebut menjadi pijakan untuk memasuki tahap berikutnya. Pada periode kedua, perhatian tidak lagi hanya tertuju pada seberapa banyak anak memperoleh akses pendidikan, tetapi juga bagaimana mereka mendapatkan layanan PAUD yang semakin berkualitas.
Salah satu terobosan yang disiapkan adalah PAUD Model yang mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan pendekatan STEM, yakni Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.
Konsep tersebut diproyeksikan menjadi laboratorium sekaligus percontohan pembelajaran bagi satuan PAUD lainnya di Tana Tidung, terutama PAUD Binaan Desa.
Pengembangan model ini dinilai memiliki arti penting karena sebagian besar satuan PAUD di Tana Tidung berada di bawah pengelolaan pemerintah desa. Bahkan, sekitar 70 persen satuan PAUD di Kabupaten Tana Tidung dikelola langsung oleh Pemerintah Desa.
Karena itu, keberadaan PAUD Model diharapkan tidak berhenti sebagai satuan pendidikan percontohan, tetapi menjadi sumber praktik baik yang dapat direplikasi oleh PAUD lainnya di berbagai desa.
Tak hanya membawa konsep baru, Bunda PAUD Tana Tidung juga menyampaikan usulan revitalisasi satuan PAUD yang hingga kini belum mendapatkan program prioritas dari pemerintah pusat.
Usulan tersebut diarahkan untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dirasakan oleh satuan PAUD tertentu, tetapi dapat menjangkau seluruh wilayah Tana Tidung secara lebih merata.
Revitalisasi diharapkan mencakup penguatan sarana dan prasarana sehingga satuan PAUD memiliki lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan mendukung proses tumbuh kembang anak.
Melalui kolaborasi dengan Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung optimistis agenda peningkatan mutu pendidikan anak usia dini dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Jika periode pertama berhasil membuka pintu akses PAUD bagi hampir seluruh anak usia dini, maka periode kedua diarahkan untuk memastikan bahwa anak-anak yang telah masuk ke dalam sistem pendidikan tersebut memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas.
Kolaborasi ini pun diharapkan memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan mutu layanan PAUD, penguatan kapasitas pendidik, pengembangan model pembelajaran inovatif, hingga percepatan pemenuhan fasilitas pendidikan anak usia dini di seluruh Kabupaten Tana Tidung. (*)



















Discussion about this post