NRT, Malinau : Turnamen Catur Bupati Malinau Cup (BMC) V 2026 menjadi ajang bagi pecatur daerah menguji kemampuan sekaligus melihat sejauh mana perkembangan permainan mereka. Kompetisi yang berlangsung 7–10 Agustus itu ditutup dengan penyerahan medali kepada para pemenang di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Senin (10/8/2026).
Wakil Bupati Malinau Jakaria mengatakan pertandingan catur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjalankan bidak, tetapi juga bagaimana pemain membaca situasi dan menentukan langkah di tengah tekanan pertandingan.
“Dalam pertandingan catur, pemain harus berpikir beberapa langkah ke depan. Jadi yang dilatih bukan hanya teknik bermain, tetapi bagaimana membaca posisi, menyusun strategi, kemudian mengambil keputusan dengan cepat dan tepat,” kata Jakaria saat menutup turnamen.
Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam perkembangan seorang pecatur. Semakin sering mengikuti kompetisi, pemain memiliki kesempatan untuk mengukur kemampuan, menemukan kelemahan permainan, dan memperbaiki strategi untuk pertandingan berikutnya.
“Kalau ingin kemampuan pemain berkembang, mereka harus sering bertanding. Dari pertandingan itu bisa terlihat bagian mana yang sudah bagus dan mana yang masih harus diperbaiki. Pengalaman seperti itu yang nantinya membentuk kemampuan seorang pecatur,” ujarnya.
BMC V 2026 berlangsung selama empat hari dan menjadi salah satu ruang kompetisi bagi pecatur Malinau. Turnamen tersebut juga diharapkan dapat memperluas pengalaman bertanding pemain sebelum menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Jakaria mengatakan perkembangan pecatur daerah tidak cukup hanya mengandalkan turnamen sesekali. Pembinaan perlu berjalan beriringan dengan kompetisi agar pemain yang memiliki potensi dapat terus berkembang.
“Turnamen seperti ini perlu terus ada karena menjadi tempat pemain menguji hasil latihan. Tetapi setelah pertandingan selesai, pembinaan juga harus berjalan. Dari sini kita bisa melihat siapa yang punya potensi dan bagian apa yang masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Ia menilai pecatur Malinau memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh apabila mendapat pembinaan dan pengalaman bertanding yang konsisten. Karena itu, capaian dalam turnamen daerah menurutnya dapat menjadi pijakan untuk menghadapi kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
“Jangan berhenti setelah mendapatkan hasil di tingkat daerah. Kalau kemampuan terus diasah dan pengalaman bertanding ditambah, tentu ada peluang untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Yang penting pemainnya mau terus belajar dan mengikuti kompetisi,” ujar Jakaria.
Pembinaan catur di Malinau selanjutnya akan melibatkan KONI dan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI). Keberlanjutan turnamen menjadi salah satu upaya untuk menjaga ruang kompetisi sekaligus menemukan pemain-pemain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Jakaria mengatakan penyelenggaraan BMC diharapkan tidak berhenti pada satu edisi. Evaluasi dari turnamen tahun ini dapat menjadi bahan untuk memperbaiki penyelenggaraan dan pembinaan pada kompetisi berikutnya.
“Setiap turnamen pasti ada yang bisa dievaluasi. Dari pelaksanaan kali ini kita bisa melihat kemampuan para pemain dan bagaimana persaingannya. Itu yang kemudian menjadi bahan untuk pembinaan berikutnya, supaya pecatur Malinau punya kesempatan bertanding lebih banyak,” pungkasnya. (*)















Discussion about this post