NRT, Tarakan : Tingkat hunian Rumah Susun Khusus (Rusus) Juata Permai masih jauh dari kapasitas yang tersedia. Dari 100 unit hunian yang dibangun, hingga kini baru 22 unit yang terisi. Belum tersedianya fasilitas listrik dan air menjadi kendala utama yang membuat minat masyarakat untuk menempati kawasan tersebut masih rendah.
Kepala UPTD Rusunawa dan Rusus Tarakan, Sahidah, mengatakan Rusus Juata Permai sebenarnya memiliki fasilitas yang cukup memadai. Namun belum tersambungnya layanan listrik dan air membuat sebagian besar unit belum diminati calon penghuni.
“Di sana itu baru sekitar 22 unit yang terisi. Baru 22, karena di Juata Permai itu belum dilengkapi fasilitas listrik sama air,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola dalam meningkatkan tingkat hunian. Padahal rusus yang berada di kawasan Juata itu dibangun dengan fasilitas pendukung yang cukup lengkap dan memiliki area yang lebih luas dibanding sejumlah hunian serupa lainnya.
“Sebetulnya sudah lengkap, malah ada taman bermain. Lebih luas juga. Cuma kendalanya di fasilitas listrik sama air,” katanya.
Sahidah menjelaskan, Rusus Juata Permai diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat di wilayah Juata dan sekitarnya. Namun karena fasilitas dasar belum tersedia, minat masyarakat untuk menempati unit yang tersedia masih terbatas.
Kondisi tersebut membuat sejumlah penghuni yang sudah menempati rusus harus memasang sambungan listrik secara mandiri dengan biaya sendiri. Untuk meringankan beban penghuni, UPTD Rusunawa dan Rusus Tarakan kemudian mengambil kebijakan pembebasan biaya sewa selama tiga bulan.
“Nah, yang terisi sekarang mereka pasang sendiri. Karena mereka mengeluarkan biaya sendiri untuk listrik, akhirnya kami gratiskan sewanya selama tiga bulan,” jelasnya.
Ia menuturkan, kebijakan tersebut diputuskan setelah pihaknya melakukan pembahasan dan mencari solusi bersama jajaran dinas agar unit yang tersedia dapat segera dihuni.
Langkah itu sekaligus dilakukan untuk mencegah bangunan yang terlalu lama kosong mengalami kerusakan.
“Kalau terlalu lama kosong, bangunan bisa rusak. Makanya kami berupaya mencari solusi supaya unit-unit itu bisa terisi,” ujarnya.
Sahidah mengungkapkan, Rusus Juata Permai juga sempat menunggu proses serah terima dalam waktu yang cukup panjang sebelum akhirnya dikelola pemerintah daerah. Pihaknya berupaya memaksimalkan pemanfaatan aset tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah dari sektor sewa hunian.
“Kendala utama memang listrik dan air. Kalau dua fasilitas itu sudah ada, kami optimistis tingkat hunian di Rusus Juata Permai akan terus bertambah,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post