NRT, Karawang : Tidak terasa, empat hari Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan menggelar pengobatan massal gratis di Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 1000 lebih pasien korban banjir diobati di delapan titik. Menjelang tengah malam tim bergeser ke Kabupaten Bekasi.
“Terimakasih, teman-teman sudah membantu Karawang selama empat hari,” kata Erni Bendahara DPC Karawang.
Empat hari menembus daerah banjir untuk mengobati para korban memang tidak mudah. Namun semua kendala bisa diatasi.
Tim medis ini terdiri tiga dokter. Yakni dr Steven Simanungkalit, dr Jonathan Saroha Lumban Raja dan dr Wiliam Damanik. Mereka dibantu Perawat Reni dan Bidan Vera Emeliaris Br Sijabat.
Kerja tim medis ini juga didukung crew Bus Klinik Berjalanan dari Kaltara sebanyak 7 orang. Dan seorang petugas Baguna dari DPP.
Dari hari pertama tiba di Karawang, tim sudah membuka pelayanan pengobatan. Sasarannya warga yang mengungai di DPC. Keesokan harinya tim.bergeser ke Kampung Benteng. Disini sebanyak 182 pasien dilayani pengobatan gratis.
Senin 2 Februari sebanyak dua titik. Terminal Tanjung Pura dan Desa Kalang Sari. Dua lokasi ini paling banyak. Lebih dari 300 pasien diobati.
Dihari terakhir. Tim yang dikoordinir Ketua DPP Bidang Kesehatan dr Ribka Tjiptaning itu membuka klinik di Kampung Sumedang dan Desa Purwadana Kecamatan Rengas Dengklok.
“Pokoknya selama pasien masih ada, biar sampai malam kita jabani,” kata dr Steven Simanungkalit koordinator tim medis.
Saking banyaknya pasien, tim medis sampai order obat yang habis ke DPP. Untung, di markas banteng ini sudah stanbye seluruh obat yang dibutuhkan.
Empat hari mengobok-obok Karawang total 1006 pasien yang telah ditangani. Dari data yang dihimpun tim medis, kebanyak penyakit yang diidap adalah ISPA dan kulit.
Menjelang tengah malam, sesuai perintah dr Ribka Tjiptaning, tim bergegas ke Kabupaten Bekasi. Rencananya mulai Kamis (5/2) sejumlah lokasi banjir akan digelar pengobatan massal gratis.
Sementara itu, Deddy Sitorus, Ketua DPP yang juga anggota DPR RI Dapil Kaltara juga mengaku gembira.
“Tidak sia-sia kita datangkan dua bus klinik berjalan dari Kaltara. Ternyata bisa membantu saudara kita di Jawa Barat,” jelasnya. (*)


















Discussion about this post