NRT, Tarakan : Pasca insiden Pesawat pengangkut bahan bakar dengan nomor registrasi PK PAA dan flat number PAS 7107 milik Pelita Air Services mengalami kecelakaan saat lepas landas dari Bandara Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan menuju Tarakan, Kamis (19/2/2026) kemarin. Korban meninggal dunia yakni Pilot Captain Hendrik Lodewick Adam telah di evakuasi ke Tarakan menggunakan Maskapai MAF kode PK-MEE.
Danlanud Anang Busra Tarakan, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Andreas A. Dhewo mengatakan, Pesawat MAF lepas landas dari Tarakan pukul 10.20 WITA dan tiba di Lombawang pada pukul 11.10 WITA.
Setelah itu, tiba kembali ke Tarakan Pukul 12.25 WITA. Jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans, dengan dukungan penuh dari Angkatan Udara, ke tempat pemulasaraan jenazah di daerah kelurahan Gunung Lingkas.
“Selanjutnya, jenazah hari ini juga diberangkatkan dari area kargo menggunakan maskapai Batik Air dengan jadwal penerbangan menuju Jakarta sekitar pukul 14.35 WITA. Kemudian Setibanya di Jakarta, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga yang tinggal di daerah Bogor. Rencana untuk pemakaman akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak keluarga,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari pihak Angkatan Udara telah memberikan dukungan penuh untuk proses evakuasi jenazah sejak kejadian berlangsung.
“Alhamdulillah seluruh proses dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi yang solid bersama pihak terkait dan para personel kami, termasuk dukungan rekan-rekan di lapangan hari ini dalam memindahkan jenazah dari Lombawang ke Tarakan,” akunya.
Lanjut Marsma TNI Andreas, Pihak bandara juga memberikan dukungan luar biasa, termasuk Air NAV yang menyediakan data-data akurat.
“Tidak ketinggalan, koordinasi ketat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk pihak dari Pelita Air,” pungkasnya. (*)

















Discussion about this post