NRT, Nunukan : Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, memberikan pernyataan menohok terkait rapuhnya ketahanan pangan di provinsi termuda Indonesia tersebut.
Dari Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Kamis (26/3/26), Nasir mengungkapkan fakta pahit mengenai ketergantungan pangan Kaltara yang dinilai sudah dalam tahap mengkhawatirkan.
Menanggapi data yang dirilis Gubernur Kaltara mengenai jurang lebar produksi telur lokal hanya 2.100 ton dan berbanding kebutuhan mencapai 25.000 ton, Nasir menegaskan defisit sebesar 22.900 ton ini sebagai alarm keras bagi ketahanan pangan Kaltara.
Menanggapi angka yang dirilis Gubernur, Nasir menilai selisih yang mencapai lebih dari 90% ini bukan lagi batas wajar, melainkan kondisi darurat ketergantungan pangan.
“Kenyataannya, hampir semua kebutuhan pokok kita di Kalimantan Utara belum ada yang mampu kita penuhi secara mandiri atau swasembada lokal,” ujar Nasir.
Ia menambahkan ketergantungan ini merambah hingga ke komoditas harian yang secara geografis seharusnya bisa diproduksi secara mandiri.
“Jangankan telur yang membutuhkan teknologi peternakan khusus, bahkan untuk urusan sayur-mayur pun kita masih harus mendatangkan dari Sulawesi. Ini kondisi yang sangat ironis untuk daerah dengan potensi lahan seluas Kaltara,” tegasnya.
Nasir mempertanyakan efektivitas strategi dan kebijakan pangan yang berjalan selama ini. Dengan ketergantungan suplai luar daerah yang mencapai lebih dari 90%, ia melihat adanya masalah struktural dalam perencanaan dan prioritas anggaran.
“Apakah sektor peternakan dan pertanian kita selama ini kurang dianggap ‘seksi’ secara politik sehingga anggarannya tidak proporsional? Ini yang akan kami bedah di Komisi II. Kita tidak boleh membiarkan peternak lokal kalah sebelum bertanding oleh dominasi distributor besar dari luar,” tambah politisi PKS.
Kegiatan PSBM XXVI yang dibuka langsung Menteri Pertanian RI, H. Andi Amran Sulaiman, menjadi langkah strategis untuk mencari solusi konkret. Dengan tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, ajang tahunan ini dimanfaatkan Nasir untuk menggali potensi jejaring dan kolaborasi investasi demi percepatan ekonomi Kaltara.
“Saya mengajak para saudagar tangguh yang hadir di Makassar ini untuk melirik Kaltara. Kita punya tantangan besar di sektor pangan, tapi itu adalah peluang investasi yang luar biasa. Kita butuh investasi di sektor hilir agar Kaltara bisa menjadi basis produksi, bukan sekadar pasar bagi daerah lain,” ajaknya.
Sebagai tindak lanjut, Nasir berkomitmen Komisi II akan mendorong pemerintah daerah untuk segera menyusun roadmap swasembada pangan yang terukur, terutama mengingat posisi Kaltara sebagai wilayah perbatasan yang strategis.
“Komitmen kami jelas, Kaltara harus berdaulat secara pangan. Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada kiriman kapal dari luar. Kedaulatan pangan adalah kunci untuk memastikan harga stabil dan terjangkau bagi masyarakat di perbatasan,” pungkasnya.
Perhelatan akbar PSBM XXVI ini turut dihadiri oleh Menteri Agama, jajaran Wakil Menteri, 10 Gubernur, serta tokoh inisiator PSBM, Aksa Mahmud, yang semuanya sepakat bahwa kolaborasi antar-daerah adalah kunci pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2026.(*)






















Discussion about this post