NRT, Tarakan : Kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya pengguna transportasi laut. PT Pelni (Persero) dijadwalkan akan melayani rute pelayaran langsung dari Tarakan menuju Surabaya pada 24 April 2026 mendatang. Meski bersifat insidentil, langkah ini mendapat apresiasi positif dari anggota DPRD Provinsi Kaltara, Supa’ad Hadianto.
Supa’ad menyampaikan selama ini aspirasi masyarakat Kaltara sangat kuat terkait akses transportasi langsung ke Surabaya. Pasalnya, rute yang ada selama ini mengharuskan penumpang melakukan transit di Balikpapan sebelum berganti kapal menuju Surabaya.
Menurut Supa’ad, rencana pelayaran pada 24 April ini yang mencakup rute Tarakan-Surabaya-Jakarta, merupakan respon yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pelayaran ini bertepatan dengan rencana kapal tersebut melakukan proses perawatan atau docking di Jakarta.
“Harapan masyarakat ini tentu perlu direspon dengan baik oleh pemerintah daerah untuk menyediakan transportasi yang murah dan mudah diakses,” ujar Supa’ad.
Ia menambahkan selama kegiatan reses dan kunjungan ke daerah pemilihan (Dapil), banyak warga yang mengeluhkan terbatasnya pilihan transportasi terjangkau dari Kaltara menuju Jawa.
Supa’ad juga menyoroti kondisi ekonomi global dan ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang memberikan lampu hijau kenaikan tarif angkutan udara hingga 13%, keberadaan kapal Pelni menjadi alternatif yang krusial.
“Pelni ini adalah salah satu solusi untuk masyarakat Kaltara yang ingin bepergian dengan biaya ekonomis di tengah kondisi ekonomi global yang kurang baik,” jelasnya.
Politisi NasDem itu berharap agar rute langsung tersebut tidak hanya berhenti pada tanggal 24 April saja, melainkan dapat diupayakan menjadi jadwal tetap atau berkesinambungan. Hal ini dinilai penting untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Kaltara.
“Saya berharap ke depannya pihak Pelni memprioritaskan harapan masyarakat Kaltara. Kita ingin aksesibilitas ini berkesinambungan sesuai jadwal rutin,” harap Supa’ad.
Sebagai bentuk keseriusan dalam memperjuangkan aspirasi ini, Supa’ad berencana untuk mengundang pihak manajemen Pelni dalam kegiatan kedewanan mendatang di Kota Tarakan. Audiensi ini bertujuan untuk mencari solusi jangka panjang dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai regulasi tol laut.
“Saya berharap sebelum tanggal 24 April, kita bisa berdiskusi dengan pihak Pelni untuk mencari solusi yang bisa diambil agar layanan angkutan penumpang ini bisa maksimal melayani warga Kaltara,” pungkasnya.(*)






















Discussion about this post