NRT, Tarakan : Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) PKB serentak se-Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Perhelatan ini digelar di Hotel Royal, Tarakan, pada Kamis (9/4/2026).
Muscab serentak ini diikuti oleh pengurus dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah melakukan evaluasi mendalam serta regenerasi kepemimpinan di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC). (**)
Dalam sambutannya, Zainul Munasichin menekankan bahwa regenerasi adalah sesuatu yang niscaya dan wajib dilakukan oleh setiap partai politik yang ingin bertahan lama. Ia mengibaratkan organisasi seperti sebuah mesin kendaraan yang memerlukan perawatan berkala.
“Ibarat mesin motor, kalau sudah dipakai bertahun-tahun pasti ada suku cadang yang aus. Muscab ini adalah momen kita untuk melihat, apakah mesin partai di DPC-DPC ini masih layak untuk lari kencang. Jika kerusakannya ringan, mungkin cukup ganti aksesori. Tapi kalau jantungnya (piston) sudah bermasalah, kita harus berani mengambil langkah ‘turun mesin’ demi memastikan kesiapan menuju 2029,” ujar Zainul.
Zainul juga mengingatkan bahwa tokoh besar sekaliber Presiden Soekarno maupun KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pun memiliki masanya masing-masing. Oleh karena itu, PKB tidak boleh hanya bergantung pada figur tertentu secara personal, melainkan harus memperkuat sistem kelembagaan melalui kaderisasi yang kontinu.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah transformasi mekanisme pemilihan di internal PKB. Zainul menjelaskan perbedaan signifikan antara PKB di dekade pertama (1999–2009) yang menggunakan sistem demokrasi liberal (one man one vote) dengan sistem saat ini yang mengedepankan musyawarah.
“Demokrasi pasar bebas atau liberal di masa lalu justru memicu politik transaksional dan instabilitas internal. Belajar dari evaluasi tersebut, PKB kini menerapkan Demokrasi Musyawarah. Dengan model ini, tidak ada kader yang merasa dibuang atau dipermalukan. Semua mendapatkan tempat terhormat sesuai dengan ‘garis tangan’ dan pengabdiannya masing-masing,” tegasnya.
Menutup arahannya, Wasekjen DPP PKB ini mengingatkan seluruh kader bahwa modal utama partai politik bukanlah uang, melainkan kepercayaan masyarakat. Ia menyebut kepercayaan sebagai “oksigen” bagi partai. Untuk menjaga oksigen tersebut, ia menginstruksikan empat mandat dari Ketua Umum PKB kepada seluruh pengurus yaitu; Politik Kehadiran, selalu hadir di tengah masyarakat; Politik Kepercayaan: Menjaga integritas dan janji; Politik Pelayanan, menjadi solusi bagi persoalan warga; dan Politik Keteladanan, Memberikan contoh perilaku yang baik.
“Kita sudah melihat banyak partai besar yang perlahan mulai ditinggalkan karena gagal menjaga kepercayaan publik. Saya berharap PKB Kaltara semakin maju dan berjaya, bukan hanya sekadar menang Pemilu, tapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)

















Discussion about this post