NRT, Tarakan : Bagi Rahman, seorang nelayan yang tinggal di RT 01 Kelurahan Mamburungan, Tarakan, perjalanan menuju kawasan Tanjung Batu bukan sekadar persoalan jarak. Selama ini, ia dan warga lainnya harus berjalan kaki sekitar dua kilometer menyusuri pantai, dengan perjalanan yang semakin sulit ketika air laut pasang.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga di kawasan pesisir harus menyesuaikan keadaan alam. Namun, harapan untuk mendapatkan akses yang lebih mudah kini mulai terbuka melalui pembangunan jalan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang dilaksanakan Kodim 0907/Tarakan.
“ Sebelumnya kalau mau ke kawasan Tanjung Batu, kami harus melewati jalur pantai. Jaraknya lumayan jauh, sekitar dua kilometer, dan kalau air laut pasang perjalanan lebih sulit,” ujar Rahman.
Bagi masyarakat pesisir, akses jalan bukan sekadar sarana penghubung. Kemudahan mobilitas turut menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari, termasuk ketika nelayan membawa perlengkapan melaut maupun mengangkut hasil tangkapan.
Karena itu, pembukaan akses jalan melalui program TMMD menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan jalur transportasi menuju kawasan tersebut.
Rahman berharap, setelah pembangunan rampung, perjalanan warga tidak lagi terlalu bergantung pada kondisi pasang surut air laut.
“Kalau jalan ini sudah selesai dan bisa digunakan, tentu kami berharap perjalanan lebih mudah. Kami tidak harus terlalu bergantung pada kondisi air laut ketika hendak menuju kawasan tersebut,” katanya.
Buka Akses Jalan Sepanjang 2,5 Kilometer
Harapan warga tersebut sejalan dengan salah satu sasaran fisik TMMD ke-130, yakni pembukaan jalan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer di kawasan Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan Timur.
Program ini dilaksanakan Kodim 0907/Tarakan bersama Pemerintah Kota Tarakan sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah sasaran.
Pekerjaan tidak hanya berfokus pada pembukaan badan jalan. Pembangunan parit di sisi kiri dan kanan jalan dengan total panjang sekitar lima kilometer juga menjadi bagian dari sasaran fisik program tersebut.
Keberadaan jalan dan saluran drainase itu diharapkan dapat mendukung aksesibilitas kawasan sekaligus menunjang kelancaran aktivitas warga setelah pembangunan selesai.
TMMD ke-130 berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Selama pelaksanaan program, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bentuk upaya mendekatkan pelayanan dan pembangunan kepada masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Bagi Rahman, rampungnya jalan tersebut kelak akan menjadi perubahan yang berarti. Perjalanan yang sebelumnya harus ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pantai diharapkan menjadi lebih mudah, sehingga waktu dan tenaga warga dapat digunakan secara lebih efektif.
“Kami berharap jalan ini bisa segera selesai dan digunakan masyarakat. Kalau aksesnya sudah lebih mudah, aktivitas sehari-hari juga bisa berjalan lancar, termasuk saat membawa hasil tangkapan dari laut,” tutupnya. (*)



















Discussion about this post