NRT, Tarakan : Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah kawasan di Tarakan mulai mengganggu jarak pandang di wilayah perairan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi nelayan, terutama mereka yang tetap melaut hingga sore dan malam hari.
Jarak pandang yang menurun akibat asap berpotensi menyulitkan nelayan mengenali perahu lain maupun berbagai benda yang berada di jalur pelayaran. Risiko kecelakaan pun meningkat apabila kondisi tersebut tidak diantisipasi sejak awal.
Kasat Polairud Polres Tarakan AKP Elga Elite Raga Satria mengimbau seluruh nelayan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama sebelum maupun selama beraktivitas di laut.
“Situasi sekarang banyak fenomena kebakaran hutan yang menyebabkan kabut di sekitar perairan laut. Saya harapkan para nelayan mengutamakan keselamatan dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas karena jarak pandang terbatas,” ujar Elga.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih ketika aktivitas melaut berlanjut hingga sore maupun malam hari. Asap dapat membuat jarak pandang semakin terbatas sehingga nelayan harus menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan perairan.
Melaut Malam Hari, Lampu Wajib Menyala
Untuk mengantisipasi kecelakaan, Satpolairud Polres Tarakan tetap melaksanakan patroli rutin setiap hari melalui kegiatan KRYD. Dalam patroli tersebut, petugas sekaligus memberikan edukasi dan imbauan keselamatan kepada masyarakat yang beraktivitas di perairan.
Khusus nelayan yang melaut pada malam hari, penggunaan lampu penerangan menjadi salah satu hal yang sangat penting. Lampu berfungsi sebagai penanda keberadaan perahu sehingga lebih mudah terlihat oleh pengguna perairan lainnya.
“Kalau melakukan aktivitas malam, usahakan menggunakan lampu penerangan. Kalau tidak menggunakan penerangan sangat berbahaya. Bisa terjadi tabrakan antarperahu atau menabrak benda yang ada di laut, baik sampah, kayu maupun benda lainnya,” tegasnya.
Selain penerangan, nelayan juga diminta tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan. Penggunaan life jacket harus menjadi kebiasaan setiap kali berada di laut, terutama untuk mengantisipasi kondisi darurat.
“Jangan lupa juga membawa life jacket agar apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ada penyelamat untuk diri sendiri,” ujar Elga.
Jangan Abaikan Kapasitas Muatan
Keselamatan di laut juga berkaitan erat dengan kapasitas muatan perahu. Nelayan diminta tidak membawa barang atau hasil tangkapan melebihi kemampuan angkut perahu karena dapat mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Muatan juga harus diperhatikan, jangan sampai melebihi kapasitas karena bisa membahayakan diri sendiri,” katanya.
Satpolairud Polres Tarakan menegaskan wilayah kerjanya mencakup seluruh perairan di Pulau Tarakan. Petugas siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kendala atau membutuhkan pertolongan saat berada di laut.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan kepolisian 110 atau datang langsung ke Satpolairud Polres Tarakan.
“Kalau masyarakat ada hambatan atau kendala, silakan dilaporkan kepada kami. Pelayanan ini gratis tanpa dipungut biaya. Kami siap melayani masyarakat,” pungkas Elga. (*)





















Discussion about this post