NRT, Tarakan : Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kota Tarakan tak sekadar menjadi seremoni. Pemerintah Kota Tarakan membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan langsung suara, aspirasi, hingga persoalan yang mereka hadapi.
Momentum tersebut terlihat dalam puncak peringatan HAN ke-42 yang digelar di Tarakan Art Convention Center (TACC), Selasa (18/8/2026). Kegiatan dihadiri Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., didampingi Bunda PAUD Kota Tarakan Ny. Hj. Sitti Rujiah, S.Keb., Bdn., serta Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Khairul menegaskan komitmen Pemkot Tarakan untuk terus memperkuat perlindungan sekaligus pemenuhan hak anak. Pemerintah ingin memastikan Tarakan berkembang menjadi kota yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi anak.
Yang menarik, komitmen tersebut diwujudkan melalui dialog langsung antara Wali Kota dengan perwakilan anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Forum Anak Kota Tarakan.
Beragam persoalan disampaikan dalam dialog tersebut. Mulai dari keamanan data pribadi, edukasi digital, sekolah ramah anak, kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), pengawasan konten digital, pencegahan perkawinan anak, hingga perlindungan anak dari berbagai bentuk eksploitasi.
Dialog itu menjadi ruang penting bagi pemerintah untuk mendengar kebutuhan anak secara langsung, bukan sekadar menyusun kebijakan dari sudut pandang orang dewasa.
Pemkot Tarakan juga mendorong penguatan sistem layanan pengaduan yang ramah anak. Aspek kerahasiaan dan keamanan pelapor menjadi perhatian penting agar anak maupun masyarakat tidak takut menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
Perlindungan tersebut juga mencakup pemenuhan hak anak penyandang disabilitas, anak yang berhadapan dengan hukum, serta anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Tak hanya perlindungan, pemerintah juga ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk berkembang. Forum Anak Kota Tarakan diharapkan semakin aktif dilibatkan dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan kebudayaan.
Keterlibatan tersebut dinilai penting agar anak memiliki ruang untuk belajar, berkreasi, menyampaikan pendapat sekaligus mengenal dan melestarikan budaya daerah.
Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 mengusung tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media hingga masyarakat secara luas.
Melalui momentum HAN tahun ini, seluruh pihak diajak membangun lingkungan yang benar-benar mendukung tumbuh kembang anak.
Harapannya, anak-anak Kota Tarakan tidak hanya tumbuh sehat dan bahagia, tetapi juga terlindungi, berkarakter, kreatif, berani menyampaikan pendapat, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Sebab, di tangan mereka masa depan Kota Tarakan dan Indonesia akan ditentukan. (*)



















Discussion about this post