NRT, Tarakan : Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan meningkatkan pengamanan di sejumlah pusat keramaian dan perbelanjaan guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas selama bulan suci Ramadan 1447 Hijiriah/2026 Masehi.
Peningkatan aktivitas masyarakat ini terpantau mulai signifikan pada sore hari hingga malam menjelang waktu selesainya salat Tarawih.
Kasatlantas Polres Tarakan, IPTU Ardi Wisnu, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan beberapa titik krusial yang kerap mengalami kemacetan, terutama di sekitar pusat perbelanjaan seperti STB dan Pasar Guser.
“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan rekayasa lalu lintas pada titik-titik yang dinilai rawan macet, terutama menjelang H-5 hingga H+5 Lebaran,” ujar IPTU Ardi Wisnu, Jumat (6/3/2026).
Selanjutnya, utuk mengurai kepadatan di area pasar, pihak kepolisian akan menerapkan skema rekayasa arus Lalu Lintas salah satunya putaran balik (U-turn) yang biasanya berada tepat di depan Guser akan dimajukan hingga mendekati daerah Mangrove guna mencegah penumpukan kendaraan.
Kasatlantas mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 62 personel disiagakan secara mobile untuk mem-backup titik-titik rawan macet dan laka lantas di seluruh Kota Tarakan.
Selain pusat belanja, fokus pengamanan juga diarahkan ke jalur wisata Pantai Amal dengan memberlakukan sistem satu jalur (one way) dan pengalihan arus keluar melalui Mamburungan pada hari H Lebaran.
IPTU Ardi Wisnu juga menyoroti kondisi jalan yang minim penerangan di area Gunung Amal hingga Amal. Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas wisata di lokasi yang gelap guna menghindari kecelakaan lalu lintas.
Pihaknya juga akan menyiapkan dua pos, satu di tanjakan Gunung Amal dan satu pos lokasi pantau amal.
“Ya, untuk pos kebetulan nanti ada dua. Yang satu pos pantau di tanjakan, itu antisipasi laka lantas ya, karena memang sering kali ada kendaraan yang naik kemudian tidak kuat, nah itu nanti di situ di atas kita akan siapkan pos pantau. Kemudian di Pantai Amal juga kita siapkan pos pengamanan di situ,” ungkapnya.
Dalam penegakan hukum, Kasatlantas Polres Tarakan menegaskan akan mengedepankan tindakan preventif dan preemtif.
“Petugas di lapangan akan menegur pengendara yang melawan arus atau melakukan pelanggaran kasat mata yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (*)

















Discussion about this post