NRT, Tarakan : Rencana besar pemindahan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tarakan ke Kawasan Siap Bangun (Kasiba) di wilayah Tarakan Utara dipastikan belum menyentuh institusi legislatif.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan menegaskan hingga saat ini belum ada rencana atau usulan untuk memindahkan gedung parlemen dari lokasi saat ini di Jalan Jenderal Sudirman.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid, usai melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tarakan, Senin (2/2/26).
Herman Hamid menjelaskan fokus pembangunan tahun ini masih tertuju pada infrastruktur eksekutif guna menunjang pelayanan publik yang lebih terintegrasi.
“Kantor DPRD belum pindah, masih menggunakan gedung yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pamusian. Kami belum mengusulkan (pindah). Fokus utama saat ini adalah pembangunan Kantor Walikota dan beberapa dinas (OPD) strategis,” ujar Herman.
Berdasarkan rencana teknis, pembangunan di kawasan Puspem tahun ini meliputi Gedung Kantor Walikota, direncanakan setinggi 2 lantai, Gedung Serbaguna/Pertemuan direncanakan 1 lantai, Gedung Kantor OPD Blok A dan B masing-masing 2 lantai yang akan menampung BKPSDM, Inspektorat, BPKAD, dan Bappeda.
Terkait pembiayaan, Herman menyebutkan total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp80 Miliar. Mengingat kondisi keuangan daerah, skema yang digunakan adalah multiyears (tahun jamak) agar tidak mengganggu program pembangunan lainnya.
“Ini adalah bagian dari janji politik Pak Wali Kota yang kami dukung, karena sangat penting untuk pengembangan wilayah di Tarakan Utara agar pertumbuhan ekonomi dan wilayah bisa lebih pesat,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Tarakan, Harjo Solaika, menekankan pentingnya strategi Dinas PU dalam menyukseskan “karya monumental” ini.
Menurutnya, terdapat sekitar 14 hingga 15 kegiatan yang dibiayai melalui skema tahun jamak yang perlu dikawal ketat realisasinya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Tarakan, Fandariansyah, mengklarifikasi hingga saat ini memang belum ada aktivitas fisik untuk gedung Pusat Pemerintahan di lokasi tersebut. Aktivitas yang terlihat saat ini adalah pembangunan infrastruktur pendidikan.
“Untuk Pusat Pemerintahan (Puspen) sendiri belum ada aktivitas fisik bangunan kantor. Yang saat ini sudah berjalan adalah akses jalan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan Madrasah Aliyah Negeri Cendikiawan (Malkisah),” jelas Fandariansyah.
Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut merupakan instruksi langsung dari pusat dengan anggaran murni dari APBN, yang pengerjaannya dilakukan secara simultan dengan penyiapan lahan di kawasan tersebut.(*)






















Discussion about this post