NRT, Tarakan : Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, melakukan peninjauan intensif ke Pelabuhan Malundung Tarakan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi laut menjelang momentum bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Kamis (5/2/2026).
Mengingat posisi strategis Pelabuhan Tarakan sebagai pintu masuk utama dan sentral transportasi bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara, Jufri menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para calon penumpang.
Dalam koordinasi tersebut, Jufri Budiman menghimbau secara khusus kepada para pemangku kepentingan di pelabuhan, mulai dari PT Pelindo, KSOP, hingga PT Pelni, untuk bersiap memberikan pelayanan ekstra. Ia menegaskan bahwa kesiapan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan keharusan karena Tarakan akan menjadi titik tumpu pergerakan penumpang baik melalui jalur udara maupun laut.
“Kami menghimbau kepada stakeholder yang ada di pelabuhan, yang pertama adalah Pelindo, terus KSOP, dan juga Pelni, untuk bagaimana pelayanannya lebih ekstra menyambut bulan puasa dan hari raya Idul Fitri,” ujar Jufri Budiman saat memberikan keterangan kepada awak media.
Berdasarkan paparan yang diterima dari pihak Pelindo dan KSOP, Jufri mengapresiasi berbagai kemajuan signifikan dalam penambahan fasilitas pelabuhan. Beberapa progres yang menjadi sorotan antara lain perluasan dermaga, optimalisasi area penumpukan peti kemas, hingga pembangunan fasilitas khusus kapal rute Tawau berupa jembatan dan tangga apung yang desainnya mengikuti pasang surut air laut.
Selain itu, sisi keamanan dan kenyamanan di dalam terminal juga ditingkatkan dengan pengoperasian dua unit mesin X-ray baru serta penambahan pendingin ruangan (AC) agar standar pelayanan di terminal domestik setara dengan terminal internasional.
Terkait keluhan masyarakat mengenai jauhnya jarak jalan kaki dari dermaga menuju pintu keluar, Jufri Budiman menjelaskan bahwa pihak pengelola telah menyediakan armada bus jemputan atau shuttle bus untuk memfasilitasi penumpang. Ia menyadari bahwa mobilitas penumpang, terutama kalangan lansia dan mereka yang membawa barang banyak, memerlukan perhatian khusus dari petugas di lapangan.
“Sekarang di Pelindo itu menyiapkan kalau tidak salah dua apa tiga shuttle bus. Saya rasa itu bisa digunakan nanti, tinggal tergantung bagaimana kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Ketua Komisi III DPRD Kaltara ini mengingatkan bahwa dengan semakin luasnya area Pelabuhan Malundung, maka kebutuhan akan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi hal yang mendesak untuk segera dipenuhi. Hal ini bertujuan agar seluruh fasilitas yang telah diperbarui dapat dioperasikan secara maksimal demi menjamin kelancaran arus mudik dan balik di Kalimantan Utara. (**)













Discussion about this post