NRT, Tarakan : Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Utara menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PKB se-Kaltara pada Kamis (9/4/2026).
Bertempat di Kota Tarakan, agenda ini menjadi momentum krusial bagi partai untuk merestrukturisasi kepengurusan tingkat DPC sekaligus memperkuat barisan menuju Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Kaltara, Herman, dalam sambutannya menekankan bahwa Muscab ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan langkah strategis untuk melahirkan pemimpin yang solid.
Ia menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus DPC se-Indonesia akan melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (UKK) sebelum ditetapkan oleh DPP.
“Ketua-ketua terpilih nantinya akan mendapatkan kehormatan besar untuk dilantik langsung secara serentak oleh Ketua Umum di Jakarta pada 23 Juli mendatang, bertepatan dengan Harlah PKB,” ujar Herman di hadapan para kader dan tamu undangan.
Di tengah persaingan politik yang semakin ketat, Herman mengingatkan para kader bahwa esensi politik PKB bukan sekadar mengejar kursi di legislatif maupun eksekutif.
Herman menegaskan PKB menekankan konsep “Politik Kehadiran” sebagai ruh perjuangan partai.
“Kader PKB, terutama yang duduk di kursi jabatan, jangan sungkan dan jangan takut turun langsung menemui konstituen. Kehadiran kita harus menjadi jembatan bagi kebutuhan masyarakat untuk dituangkan dalam kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Herman menambahkan bahwa kinerja para legislator kini dipantau ketat melalui sistem digital (SIPOL dan SMS) oleh DPP. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap kader benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Menutup arahannya, Herman meminta seluruh kader untuk memegang teguh slogan partai “Bangkit, Solid, dan Menang” Ia menekankan pentingnya loyalitas terhadap keputusan DPP dan meminta agar tidak ada perpecahan pasca-Muscab.
“Muscab ini bukan untuk memperuncing perbedaan, melainkan untuk menghimpun energi. Kita harus solid mulai dari sekarang, tahun 2026 dan 2027, agar siap memenangkan Pemilu 2029. Sebagai kader, kita harus tegak lurus terhadap keputusan partai,” pungkas Herman. (*)

















Discussion about this post