NRT, Tarakan : Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman, S.Pd., M.M., bersama Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, serta rombongan dari DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kalimantan Utara, mendapat sambutan hangat saat mengunjungi Baloy Mayo Adat Tidung Kalimantan pada Selasa sore, 24 Maret 2026. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Wira Raja Tidung, Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris, didampingi A.P. H. Halidin.
Kunjungan ini menjadi momen keakraban yang penuh kedamaian. Sebagai tanda penghormatan khusus, Jufri Budiman diberi kesempatan untuk membunyikan gong di pintu masuk dan menyalakan dupa di depan singgasana Raja Tidung. Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris menjelaskan, para tamu dari DPRD Provinsi Kaltara dan DPRD Kota Tarakan, serta DPW TMI Kaltara, dihormati karena dinilai bekerja untuk kepentingan masyarakat Kalimantan Utara. Oleh karena itu, penghargaan khusus diberikan kepada mereka.
Dalam kunjungan tersebut, Wira Raja Tidung memberikan penjelasan seputar sejarah singgasana Tidung, silsilah keturunan Raja Tidung, dan detail terkait Baloy Mayo Adat Tidung Kalimantan. Baloy Mayo sendiri memiliki empat ruangan utama yang terhubung satu sama lain, yaitu Alad Kait, Ulad Kemagot, Lamin Batong, dan Lamin Batong (seperti yang disebutkan dua kali). Di sekitar bangunan utama juga terdapat rumah-rumah kecil yang dinamai sesuai dengan nama anak-anak Raja Tidung.
“Kami sangat menghormati para tamu yang hadir hari ini. Undangan kami ini juga untuk memperkenalkan Baloy Mayo Adat Tidung Kalimantan kepada Bapak Jufri Budiman yang kami dengar belum pernah mengunjungi tempat ini sebelumnya. Saya sempat menjelaskan filosofi-filosofi adat kami, dan dari antusiasmenya, terlihat jelas beliau begitu menghargainya,” ujar Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris.
Jufri Budiman pun menunjukkan kekagumannya atas ornamen-ornamen etnik khas Tidung yang menghiasi baik bagian dalam maupun luar Baloy Mayo. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris atas dedikasinya yang tulus dalam mengembangkan dan melestarikan budaya Tidung.
“Kita patut berbangga karena di Tarakan ada Baloy Mayo Adat Tidung Kalimantan yang menjadi kebanggaan masyarakat. Upaya beliau dalam melestarikan adat dan budaya ini sangat luar biasa; terjaga dengan baik dan penuh cinta terhadap tradisi. Ini menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk generasi muda, untuk terus melestarikannya,” tutur Jufri Budiman.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Jufri Budiman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wira Raja Tidung atas sambutan hangat yang diberikan. “Terima kasih banyak kepada Yang Mulia Wira Raja Tidung, Bapak Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris. Sambutan ini sungguh kami hargai. Semoga hubungan baik ini terus terjaga, baik secara pribadi maupun kelembagaan.”
Beliau juga berharap kunjungan kali ini bukanlah yang terakhir,”Semoga di lain waktu saya diizinkan kembali untuk berkunjung ke sini guna mempererat persahabatan dan persaudaraan kita,” tutup Jufri Budiman dengan harapan yang diamini oleh Wira Raja Tidung, Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris. (*)





















Discussion about this post