NRT, Tana Tidung : Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Bapak Arman Jauhari, SH, secara resmi membuka kegiatan Penerangan dan Penyuluhan Hukum Program Jaksa Masuk Sekolah yang digelar di Aula Bank Kaltimtara, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman” ini menghadirkan narasumber dari Tim Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Negeri Bulungan. Materi yang disampaikan meliputi isu penyalahgunaan media sosial, perundungan (bullying), kekerasan seksual, serta bahaya narkotika di kalangan pelajar.
Dalam sambutannya, Bapak Arman Jauhari menekankan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini membawa banyak manfaat dalam dunia pendidikan. Media sosial, menurutnya, dapat menjadi sarana belajar, berbagi informasi, serta mengembangkan kreativitas peserta didik. “Namun di sisi lain, jika tidak digunakan secara bijak, media sosial dapat menjadi ruang terjadinya perundungan (bullying), penyebaran hoaks, ujaran kebencian, bahkan pelanggaran hukum,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bullying, baik secara langsung maupun melalui dunia maya, bukanlah persoalan sepele. Dampaknya sangat serius, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, hingga memengaruhi prestasi belajar peserta didik. Sekolah, lanjutnya, harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
“Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa Dinas Pendidikan berkomitmen untuk memperkuat pendidikan karakter di satuan pendidikan, mendorong sekolah membangun budaya saling menghargai, meningkatkan literasi digital agar peserta didik cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial, serta menindak tegas setiap bentuk kekerasan dan perundungan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bapak Arman.
Pada kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada para peserta didik agar memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif, seperti berbagi prestasi, menyebarkan inspirasi, dan memperluas wawasan. “Jangan gunakan media sosial untuk menghina, mengejek, atau mempermalukan orang lain,” pesannya.
Beliau berharap melalui kegiatan ini dapat tumbuh kesadaran bersama bahwa menghormati sesama dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi merupakan bagian dari karakter pelajar yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah ini, diharapkan para pelajar semakin memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan, sehingga mampu menjauhi perilaku yang melanggar hukum dan menjadi generasi yang cerdas serta berintegritas. (“)






















Discussion about this post