NRT, Tarakan : Kondisi makam leluhur Puang Muhammad Ali di Pulau Sadau, RT 13, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, memprihatinkan. Situs bersejarah yang berada sekitar 100 meter dari bibir pantai itu terlihat tidak terawat dan nyaris terlupakan.
Akses menuju lokasi makam pun cukup sulit. Rombongan peziarah harus membersihkan semak belukar serta memotong akar-akar tanaman liar demi membuka jalan menuju area pemakaman.
Ziarah tersebut diikuti sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara Jufri Budiman, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus, serta tokoh adat Tidung seperti Wira Raja Tidung Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris, Aji Pangeran H. Hamsyah, Aji Pangeran H. Halidin, dan Kyai H. Zainuddin Dalilla, bersama keluarga keturunan Puang Muhammad Ali.
Diketahui, Puang Muhammad Ali merupakan tokoh pejuang kemerdekaan sekaligus figur budaya asal Bone, Sulawesi Selatan. Ia dikenal memiliki peran penting dalam perkembangan masyarakat dan budaya di wilayah Kalimantan Timur bagian tenggara, yang kini menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Utara.
Jufri Budiman menegaskan pentingnya menjaga dan menghormati makam para leluhur, terutama yang memiliki jasa besar dalam sejarah perjuangan dan perkembangan budaya di daerah.
“Ini adalah bagian dari sejarah yang harus kita jaga bersama. Perjuangan para pendahulu menjadi landasan bagi kehidupan kita hari ini,” ujarnya usai kegiatan ziarah, Selasa (24/3/2026).
Ia juga menyampaikan komitmen untuk melakukan pembenahan terhadap makam serta akses jalan menuju lokasi, agar lebih layak dan mudah dikunjungi masyarakat.
Upaya tersebut, lanjutnya, akan dilakukan bersama DPRD Tarakan dan tokoh adat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan sejarah dan budaya di Kalimantan Utara.
Sementara itu, Wira Raja Tidung Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris mengapresiasi perhatian yang diberikan para pemangku kebijakan terhadap situs makam tersebut. Ia berharap langkah ini dapat menjadi awal pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya lokal.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian ini. Semoga menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya. (*)






















Discussion about this post