NRT, Tarakan : Pengawasan terhadap peredaran narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tarakan dilaksanakan secara ketat. Pengawasan dilakukan berlapis mulai dari pemeriksaan kunjungan besuk. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Tarakan, Trisno Witanta Tarigan.
Ia menegaskan, hingga saat ini keadaan di Lapas Tarakan aman dari peredaran narkoba. Namun, pihaknya tidak ingin berpuas diri. Ke depan, Lapas Tarakan berencana menjalin sinergi lebih erat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melaksanakan tes urin secara bersama-sama.
“Keadaan sekarang aman dan kondusif dari peredaran narkoba. Kedepannya mungkin kita dapat bersinergi dengan BNN terkait kegiatan tes urin bersama-sama,” katanya.
Tarigan juga membuka kemungkinan melibatkan media dalam pelaksanaan tes urin tersebut. Tujuannya agar prosesnya lebih transparan dan terbuka kepada publik.
“Kita kalau melaksanakan tes urin itu hasilnya pasti bersama-sama kita lihat. Mungkin nanti ke depannya lapas bisa mengundang media juga untuk hadir bersama-sama untuk melaksanakan tes urin itu biar kita lebih terbuka juga posisinya di sini,” tambahnya.
Di balik klaim keamanan yang kondusif, Tarigan juga mengungkapkan tantangan nyata di lapangan terkait sumber daya manusia. Saat ini, satu regu pengamanan di Lapas Tarakan hanya berjumlah 10 hingga 11 orang untuk mengawasi lebih dari 1.300 warga binaan pemasyarakatan (WBP).
“Kalau rangka idealnya itu kalau dari kapasitas hunian biasanya itu 1 banding 10,” jelasnya.
Lebih rinci, di setiap blok hunian, pengawasan hanya dilakukan oleh satu orang petugas. Kondisi ini tentu menjadi catatan penting mengingat jumlah penghuni yang sangat besar.
Meski demikian, Lapas Tarakan tetap rutin melaksanakan sidak mendadak di kamar-kamar WBP. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang seperti narkotika, senjata tajam, alat komunikasi, hingga barang lainnya yang dilarang.
Pernyataan Tarigan ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa Lapas Tarakan terus berupaya menjaga kondusifitas lingkungan pemasyarakatan. Dengan rencana kolaborasi bersama BNN dan keterbukaan mengundang media, diharapkan ke depannya Lapas Tarakan dapat menjadi contoh pengelolaan keamanan yang lebih baik, meski dihadapkan pada keterbatasan jumlah petugas. (*)





















Discussion about this post