NRT, Jakarta : Capaian status Universal Health Coverage (UHC) di Kota Tarakan tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan.
Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam memastikan seluruh warga Kota Tarakan terlindungi jaminan kesehatan.
Selain melalui subsidi yang disediakan Pemerintah Kota Tarakan, dukungan juga datang dari pemberi kerja yang mendaftarkan karyawannya serta masyarakat yang mengikuti kepesertaan secara mandiri.
“Keberhasilan ini disamping penjaminan kesehatan masyarakat yang disubsidi oleh Pemerintah Kota Tarakan, juga dukungan kepesertaan yang dilakukan oleh pemberi kerja kepada karyawannya dan kepesertaan mandiri oleh masyarakat yang mampu,” ujar Khairul.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Tarakan menerima Piagam Penghargaan Universal Health Coverage dalam kegiatan yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan piagam penghargaan tersebut, Kota Tarakan ditetapkan sebagai pemerintah daerah dengan kategori Pratama dalam pencapaian Universal Health Coverage.
Piagam penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. HC. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas komitmen daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, pada hari ini Pemerintah Kota Tarakan mendapatkan penghargaan Universal Health Coverage Appraise Award atas keberhasilan kepesertaan BPJS Kesehatan yang telah mencapai 100 persen,” katanya.
Meski demikian, Khairul mengungkapkan masih terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data terakhir, sekitar 17 persen peserta BPJS Kesehatan di Kota Tarakan tercatat berstatus nonaktif, sehingga tingkat keaktifan kepesertaan masih berada di kisaran 83 persen.
“Ini perlu menjadi perhatian semua pihak, khususnya para pemberi kerja, agar berkomitmen membayarkan iuran bulanan para pekerjanya secara rutin sehingga kepesertaan tetap aktif,” tegasnya.
Khairul menekankan, penghargaan yang diraih tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat berpuas diri. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pengingat untuk terus menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Tarakan.
“Kami terus mengarahkan seluruh stakeholder untuk menyokong program BPJS Kesehatan dalam rangka memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kota Tarakan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengimbau para pelaku usaha agar tidak hanya memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi karyawannya, tetapi juga mendaftarkan pekerja ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial yang lebih menyeluruh.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholder dan masyarakat Tarakan yang telah mendukung program penjaminan kesehatan. Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Khairul. (*)






















Discussion about this post